Minggu, 26 Juli 2026

Sidak Ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kadis Kesehatan Labuhanbatu Silahkan Tenaga Medis "Hengkang" Jika Tidak Bisa Bekerjasama

Administrator - Minggu, 26 Juli 2026 22:07 WIB
Sidak Ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kadis Kesehatan Labuhanbatu Silahkan Tenaga Medis "Hengkang" Jika Tidak Bisa Bekerjasama
Sumut24.co
sumut24.co -Labuhanbatu, Tuti Nofrida Ritonga S,Si,AP, MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu - Sumatera Utara, Sabtu(25/07/2026).

Baca Juga:
Kunjungan kerja dadakan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu terkait viralnya di media sosial adanya tudingan pungli yang dilakukan Kepala Puskesmas Tanjung Haloban Susiani, S,KM,MM.

Menurut sumber salah seorang tenaga medis di puskesmas tersebut, kadis kesehatan yang datang didampingi sekretarisnya Rahmad Hasibuan, S,KM, begitu tiba langsung menanyakan buku absensi.

"Mana buku absensi, kumpul semua,"kata sumber menirukan ucapan Rahmad Hasibuan.

Kemudian,lanjut sumber, ajudan kepala dinas kesehatan yang sudah membawa plastik asoy meminta kepada semua pegawai medis mengumpulkan handphone ke dalam plastik tersebut.

Dalam pertemuan itu, lanjut sumber, kepala dinas kesehatan mengatakan tindakan Jenni Silalahi dan kawan - kawan telah membuat malu institusi dinas kesehatan.

"Tindakan kami dikatakan telah mencontreng dan membuat malu dinas kesehatan, ditambah lagi kadis mengatakan dia baru beberapa bulan didefinitifkan menjadi kepala dinas kesehatan oleh Bupati,"sebut sumber.

Menurut Tuti Nofrida, lanjut sumber, segala sesuatunya adanya sebuah persoalan bisa dibicarakan dan dimusyawarahkan, tidak dibenarkan menjustice seseorang.

"Jika kapus kalian anggap kurang adil katakan pada saya, jika tidak bisa dibina ya kita musnahkan. Bukan saya tidak mampu membina, tetapi saya tidak mau kalian viral - viralkan. Kalian juga ikut membagi - bagikan video itu,"sebut sumber menirukan ucapan Tuti.

Dikesempatan itu, tambah sumber, Kadis Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu itu itu mengaku sudah menscreenshoot pegawai medis yang ikut berkomentar di media sosial dan akan ada sanksi yang diberikan.

Menurut sumber, Tuti menegaskan ke depannya Puskesmas Tanjung Haloban akan terus dipantau terus, khususnya terhadap semua program yang dilaksanakan oleh tenaga medis di puskesmas tersebut.

Kemudian, tambah sumber, Tuti meminta ke depannya tenaga medis di Puskesmas Tanjung Haloban dapat bekerjasama menjalankan semua program pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dibidang kesehatan.

"Saya harap semuanya bekerjasama jika ingin bekerjasama, jika tidak mau ya monggo, silahkan masih banyak dinas yang lain. Pintu dinas kesehatan terbuka lebar, "terang sumber kembali menirukan perkataan Tuti yang terkesan menekan.

Kendati menekankan kerjasama sambung sumber lagi, secara implisit Tuti mengingatkan terhadap pegawai tenaga medis di puskesmas dimaksud tidak anggar deking dan jangan bangga mengadu kepada anggota DPRD terkait masalah itu.

Menurut beberapa sumber lainnya dari Puskesmas Tanjung Haloban, kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Tuti Nofrida sangat diharapkan agar beban mental para tenaga medis di puskesmas itu dapat disampaikan dan didengarkan.

"Harapan kami, kadis datang dan bertanya apa saja persoalan sebenarnya yang terjadi di puskesmas itu, kami berharap suara kami dan beban mental yang kami rasakan juga dapat didengarkan. Jangan hanya pengaduan kapus saja yang diterima dan didengar, kami juga butuh keadilan,"ungkap sumber.

Sementara itu, sumber lainnya, Jenni Silalahi dihubungi awak media ini via seluler, Sabtu sore, (25/07/2026) mengaku merasa kecewa terhadap kepemimpinan Susiani sebagai kepala Puskesmas Tanjung Haloban yang dianggapnya bertindak diskriminasi dan otoriter.

"Pegawai yang dia sukai diberi nilai 100 semua, yang tidak dia sukai, mau kerja bagus pun tetap diberi nilai rendah, itu kan berdampak buruk terhadap rezeki dan karir kami. Jelas kapus itu diskriminasi dan otoriter,"sebut Jenni.

Disoal dirinya meminta maaf terkait viralnya video tersebut, Jenni membenarkan telah meminta maaf kepada dinas kesehatan karena telah membuat gaduh institusi dinas kesehatan.

"Saya akui meminta maaf,tetapi kepada dinas kesehatan bukan meminta maaf kepada kepala puskesmas. Tenaga medis separuh waktu dan ASN di puskesmas kami berjumlah 58 orang, ada 43 orang sudah menandatangani petisi agar berganti kepemimpinan di puskesmas kami,"terang Jenni.

Di kunjungan itu, sebut Jenni, dia dan Era Maya mewakili tenaga medisnya menjelaskan kepada Tuti Nofrida bahwasannya sudah berupaya untuk duduk sama berbicara dengan Susiani terkait persoalan di puskesmas tersebut.

Namun Susiani, katanya, ketika diajak duduk bersama tidak pernah bersedia dan selalu menghindar dengan segudang alasan.

Karena Susiani tidak pernah bisa diajak berkomunikasi, tambahnya lagi, Era Maya 3 kaj berangkat ke Rantauprapat untuk bertemu dengan kepala dinas tentang mutasinya, tetapi tidak pernah bisa ketemu.

"Keempat kalinya saya temani untuk bertemu bu kadis, tetapi juga gak ketemu, hal itu saya sampaikan langsung ke bu kadis bang,"aku Jenni

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Tuti Nofrida S,Si,AP,MM, dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (26/07/2026) apa tanggapannya terkait adanya tudingan pungli dana JKN, dana BOK serta dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan kepala desa yang dilakukan oleh Kapus Tanjung Haloban, hingga berita ini dikirim ke redaksi, Tuti Nofrida belum berkenan memberikan balasan.

Sebagaimana pada pemberitaan sebelumnya yang dilansir media ini,tenaga medis Puskesmas Tanjung Haloban Susiani dituding melakukan pungli dana JKN sebesar 14 persen, pemotongan dana BOK sebesar 45 persen.

Selain dugaan pungli dana JKN dan dana BOK, Susiani juga diduga melakukan pemalsuan stempel 4 kepala desa beserta pemalsuan tandatangan kepala desa. (Jok).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kadis Pendidikan Labuhanbatu Kunjungi SMPN 4 Satap Bilah Hilir, Tinjau Sarana dan Prasarana
Mendesak Copot Kadis Perhubungan, GEMPPAR Geruduk Tiga Instansi di Asahan, Kejari Janji Tindak Lanjut Dugaan Pelanggaran Hukum
Sidak HP hingga Cek Judi Online, Waka Polres Padang Lawas Gelar Ops Gaktibplin untuk Perkuat Disiplin Personel
Praperadilan Dikabulkan, PN Padangsidimpuan Nyatakan Penetapan Tersangka Kadishub Alfian Tidak Sah, Langsung Bebas dari Tahanan
Sequis Luncurkan Asuransi Kesehatan Sequis CareIn Dengan Konsep “One Care, All In”
Inovasi One-Step Fresh, Menjaga Struktur Alami Gizi Susu Segar untuk Tumbuh Kembang Anak
komentar
beritaTerbaru