Kamis, 18 Juni 2026

SPPG Buntu Pane Diterpa Berbagai Masalah, Mulai Pelanggaran Aturan Hingga Isu Moral

Administrator - Kamis, 18 Juni 2026 10:32 WIB
SPPG Buntu Pane Diterpa Berbagai Masalah, Mulai Pelanggaran Aturan Hingga Isu Moral
Istimewa
sumut24.co -ASAHAN, Kegiatan operasional Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Prapat Janji di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, belakangan ini menuai sorotan. Bukan hanya soal kelancaran penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG), lembaga ini justru terungkap memiliki sejumlah persoalan yang dinilai melanggar aturan dan norma yang berlaku.

Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pelanggaran dalam aspek teknis dan pengelolaan terlihat jelas. Salah satu poin utama adalah ketiadaan tenaga Ahli Gizi yang bertugas mengawasi kualitas dan kesesuaian menu. Akibatnya, menu yang disajikan ke sekolah sekolah penerima manfaat dinilai tidak memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Bahkan sempat muncul laporan terkait dugaan gangguan kesehatan (keracunan) pada siswa setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Selain itu, terungkap pula dugaan penyimpangan dalam pengelolaan persediaan bahan baku. Ada indikasi bahan makanan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan program justru diperjualbelikan. Di sisi lain, sistem kepegawaian juga dianggap tidak berjalan sehat, terdapat kasus pemecatan sepihak tanpa prosedur yang jelas, hingga peristiwa kekerasan di tempat kerja ketika seorang staf akuntan dilaporkan melakukan pemukulan terhadap rekan kerjanya.

Persoalan semakin bertambah dengan munculnya isu di luar aspek teknis, yaitu dugaan hubungan tidak pantas antara dua orang petugas di bagian dapur. Sumber dari kalangan keluarga pekerja menyatakan kejadian ini sudah diketahui sejumlah pihak dan sempat dilaporkan ke pimpinan lapangan, namun tidak ada tindak lanjut hingga operasional berhenti.

"Kami berharap jika nanti dibuka kembali, orang-orang yang terbukti bermasalah tidak dipekerjakan lagi. Takutnya merusak suasana kerja dan menurunkan kinerja seluruh tim," ujar sumber kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Hingga saat ini, pihak pengelola SPPG Prapat Janji belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai laporan tersebut. Koordinator SPPG Asahan, Kepala Sentra, hingga Asisten Lapangan tidak merespons upaya konfirmasi yang dilakukan awak Media malah memblokir.

Sebagai dampak dari menumpuknya masalah ini, mulai 8 Juni 2026, SPPG Prapat Janji resmi menghentikan sementara seluruh kegiatannya. Penutupan ini didasari dua alasan utama, dana operasional dari Badan Gizi Nasional belum cair, serta belum ditemukan pengganti Ahli Gizi yang mengundurkan diri.

Salah satu tenaga pendidik di sekolah penerima manfaat mengaku tidak terlalu terganggu dengan penghentian sementara ini. "Selama ini siswa lebih banyak menghabiskan buahnya saja, sedangkan lauk dan nasi sering tersisa. Jadi sementara berhenti belum menjadi masalah besar bagi kami," tuturnya.

Masyarakat dan pihak sekolah kini menunggu langkah tegas dari instansi berwenang. Mereka berharap seluruh persoalan dibongkar tuntas, sehingga jika nanti SPPG ini kembali beroperasi, seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan, bersih dari penyimpangan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Panen Raya Jagung di Lahan Eks HGU, Langkah Nyata Lapas Asahan Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
SPPG Buntu Pane Dihentikan Sementara, Terkait Enam Siswa Penerima Manfaat Keracunan Makanan Program MBG
Viral! Pekerja Dapur SPPG Prapat Janji Dianiaya, Ungkap Potong Gaji Sembarangan Hingga Menu Makan Bikin Sakit
Jual Beli Titik Dapur Gizi Disorot, Forwaka Asahan Minta Seluruh SPPG Diaudit Total
Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Polres Padangsidimpuan Targetkan Produksi 90 Ton untuk Dukung Swasembada Pangan
Pj Sekda Madina Afrizal Nasution Dorong Percepatan Gizi Gratis, 4 SPPG Baru Resmi Diluncurkan
komentar
beritaTerbaru