Senin, 16 Maret 2026

Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf

Administrator - Senin, 16 Maret 2026 00:05 WIB
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
H Yuslin Siregar Kenaziran Mesjid Agung saat bersama Menkopolhukam Djamati Chaniago,ist
Medan, Sumut24.co

Baca Juga:
Untuk mendukung kekhusyukan jamaah dalam menjalankan ibadah tarawih dan iktikaf selama bulan Ramadan, Kenaziran Masjid Agung Medan berkolaborasi dengan Rumah Makan Garuda menyediakan ribuan nasi kotak bagi jamaah yang mengikuti iktikaf.


Sekretaris Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar, mengatakan bahwa selama tiga hari pelaksanaan iktikaf disiapkan sekitar 9.000 nasi kotak gratis untuk para jamaah.


"Alhamdulillah semua berjalan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan dukungan Rumah Makan Garuda yang telah membantu menyiapkan makanan bagi jamaah yang mengikuti iktikaf," ujar Yuslin, Minggu (15/3/2026).


Menurutnya, pembagian nasi kotak ini bertujuan agar para jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah di masjid tanpa harus keluar untuk mencari makanan saat malam hari.


Sementara itu, untuk malam ke-27 Ramadan yang diperkirakan akan dipadati jamaah, pihak kenaziran bersama Rumah Makan Garuda juga telah menyiapkan tambahan sebanyak 4.000 nasi kotak dari 9000 nasi kotak tersebut.


Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh owner Rumah Makan Garuda, Zulhefi, guna memastikan seluruh kebutuhan konsumsi jamaah selama malam-malam akhir Ramadan dapat terpenuhi.


Kenaziran Masjid Agung Medan berharap kolaborasi bersama para donatur dan Rumah Makan Garuda ini dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah yang menjalankan ibadah iktikaf di Masjid Agung Medan. (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
komentar
beritaTerbaru