sumut24.co -TANJUNGBALAI, Wali Kota
Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menginginkan agar setiap OPD , Kecamatan dan Kelurahan segera melakukan inventarisasi pendataan aset berupa tanah dan bangunan untuk dimanfaatkan bagi pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) disetiap Kelurahan.
Baca Juga:
Keinginannya itu disampaikan Mahyaruddin Salim saat membuka kegiatan Sosialisasi Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pendataan
Aset, Lahan dan Bangunan untuk Percepatan Pembangunan Gerai Fisik, Pergudangan, dan Kelengkapan KMP di Aula Thamrin Munthe, Kantor Wali Kota
Tanjungbalai, Kamis (6/11/2025)."Harapannya, setelah pendataan dan identifikasi aset dilakukan, KMP bisa segera beroperasi dan berjalan maksimal tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama terkait dengan kepemilikan aset. Laporan ini nantinya juga akan diteruskan dan diverifikasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM," katanya.
Mahyaruddin Salim dalam kegiatan itu juga menekankan agar para aparatur ditingkat Kecamatan dan Kelurahan segera melakukan kordinasi dan sinergitas dengan OPD terkait."
Segera menginventarisir Lahan dan bangunan yang berpotensi untuk pengembangan KMP, sekaligus mengidentifikasi lokasi strategis bagi pembangunan gerai, gudang, dan kantor koperasi,"pungkasnya.
Dan nantinya hasil pendataan wajib dilengkapi dengan laporan tertulis yang berisi informasi tentang luas, status kepemilikan, dan kondisi fisik aset. Laporan tersebut harus disampaikan secara kolektif dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota
Tanjungbalai"Program Koperasi Merah Putih (KMP) ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat Kelurahan. Melalui pemanfaatan aset lokal, program ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi produktif dan memperluas jaringan distribusi produk usaha mikro di daerah, " tandas Mahyaruddin Salim.
Sementara itu, Kabid pengembangan kemitraan Kementerian Koperasi dan UKM, Nelly Gus tiana Istita mengatakan, saat ini dari 32 jumlah KMP di Kota
Tanjungbalai, hanya 3 asetnya yang terdata secara lengkap. Sedangkan 29 lagi masih dalam proses penyelesaian aset."Kementerian Koperasi dan UKM meminta agar pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk menyiapkan lahan sebagai fasilitas pembangunan gudang dan gerai operasional Koperasi Desa atau Koperasi Merah Putih, "katanya.
Dan pembangunan gudang serta gerai Koperasi Merah Putih akan segera ditindaklanjuti, dan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah."Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Daerah itu sangat penting agar program ini dapat berjalan lancar. Langkah inventarisasi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan lahan strategis bagi pembangunan fasilitas koperasi. Gudang dan gerai Koperasi Merah Putih nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, termasuk pemasaran dan penyimpanan produk lokal, "pungkasnya.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Asisten Ekbang Tajul Abrar Ritonga, Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P Girsang, Kadis Koperasi dan UKM Agus Salim, Dinas PUTR, Bidang
Aset BPKPD, Para Camat se - Kota
Tanjungbalai dan unsur TNI. (eko)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News