Senin, 27 Juli 2026

Deklarasi Damai di Tapanuli Selatan, Masyarakat Bersatu Menjaga Dalihan Natolu dari Tindakan Anarkis

Administrator - Selasa, 02 September 2025 10:19 WIB
Deklarasi Damai di Tapanuli Selatan, Masyarakat Bersatu Menjaga Dalihan Natolu dari Tindakan Anarkis
istimewa
sumut24.co -Tapsel, Suasana damai menyelimuti Kompleks Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan (Tapsel) di Sipirok pada Senin, 1 September 2025.

Baca Juga:
Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat (hatobangon), cendekiawan (cerdik pandai), alim ulama, hingga pemuda, berkumpul untuk satu tujuan mulia: mengikrarkan Deklarasi Damai.

Acara ini merupakan respons tegas dari warga Sipirok terhadap isu-isu nasional yang memicu gejolak, termasuk demo yang berujung anarki dan penjarahan.

Mereka sepakat untuk menolak segala bentuk tindakan yang melanggar hukum di "Bumi Napa-Napa Sibual Buali," julukan indah untuk daerah Tapsel ini.

Spanduk-spanduk yang dibentangkan oleh massa menegaskan pesan tersebut dengan jelas. Salah satu spanduk berbunyi: "Deklarasi Damai, Kami atas nama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda menyatakan kami tidak ingin bumi dalihan natolu ada terjadi tindakan kerusuhan ataupun yang bersifat melanggar hukum."

Pesan ini tidak hanya sebatas seruan, melainkan juga cerminan dari semangat Dalihan Natolu, filosofi hidup Batak yang menjunjung tinggi keharmonisan dan kekerabatan.

Dalam pidatonya, seorang perwakilan alim ulama mengajak seluruh hadirin untuk tidak terprovokasi.

"Jangan kita ikut-ikutan melakukan kerusuhan, marilah kita Damai di Tapanuli Selatan," serunya penuh keteduhan.

Pernyataan ini disambut baik oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapsel, yang menyatakan dukungan penuh terhadap proses demokrasi yang aman dan tertib.

"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sangat mendukung berjalanannya demokrasi dengan aman dan tertib," ucapnya.

"Harapannya, kekondusifan terus terjaga di Tapanuli Selatan," tambahnya.

Suara yang tak kalah penting datang dari Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H. Ia memuji nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Tapsel.

"Alhamdulillah, nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat yang berada di Tapanuli Selatan sangat baik, sehingga terhindar dari keadaan yang tidak kondusif," ungkapnya.

Menurut Kapolres, Deklarasi ini adalah wujud nyata dari Cinta Tanah Air, sebuah komitmen untuk menjaga stabilitas bangsa.

AKBP Yon Edi Winara juga mengingatkan pentingnya untuk tidak terpengaruh oleh provokasi yang marak beredar di media sosial.

"Kita jangan terpengaruh ataupun terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang tersebar di sosial media," pesannya.

Sebagai informasi, Deklarasi Damai ini diadakan di tengah isu nasional yang memanas, khususnya terkait tuntutan rakyat mengenai tunjangan anggota DPR RI.

Namun, situasi tersebut kini telah mereda setelah Presiden Prabowo memastikan bahwa aspirasi rakyat didengar.

Dalam sebuah konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 31 Agustus, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa kebijakan kontroversial tersebut telah dicabut.

"Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," jelasnya.(zal)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ribuan Warga Padati Reses Anggota DPRD Kota Medan Antonius Tumanggor, Persoalan Banjir hingga Lampu Jalan Jadi Sorotan Utama
Sidak Ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kadis Kesehatan Labuhanbatu Silahkan Tenaga Medis "Hengkang" Jika Tidak Bisa Bekerjasama
Bupati Taufik Hadiri Pembukaan Rakerda PAN Asahan, Tekankan Sinergi Demi Kemajuan Daerah Menuju Pemilu 2029
Seru-seruan di Car Free Night Deliserdang, Panggung Kreativitas untuk Semua
Hadiri Penahbisan Pendeta HKBP Kisaran Kota, Bupati Taufik Tegaskan Kerukunan Umat Beragama Kunci Utama Pembangunan Asahan
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Temu Pisah Sambut Dandim 0206 Dairi
komentar
beritaTerbaru