Jumat, 13 Maret 2026

Deklarasi Damai di Tapanuli Selatan, Masyarakat Bersatu Menjaga Dalihan Natolu dari Tindakan Anarkis

Administrator - Selasa, 02 September 2025 10:19 WIB
Deklarasi Damai di Tapanuli Selatan, Masyarakat Bersatu Menjaga Dalihan Natolu dari Tindakan Anarkis
istimewa
sumut24.co -Tapsel, Suasana damai menyelimuti Kompleks Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan (Tapsel) di Sipirok pada Senin, 1 September 2025.

Baca Juga:
Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat (hatobangon), cendekiawan (cerdik pandai), alim ulama, hingga pemuda, berkumpul untuk satu tujuan mulia: mengikrarkan Deklarasi Damai.

Acara ini merupakan respons tegas dari warga Sipirok terhadap isu-isu nasional yang memicu gejolak, termasuk demo yang berujung anarki dan penjarahan.

Mereka sepakat untuk menolak segala bentuk tindakan yang melanggar hukum di "Bumi Napa-Napa Sibual Buali," julukan indah untuk daerah Tapsel ini.

Spanduk-spanduk yang dibentangkan oleh massa menegaskan pesan tersebut dengan jelas. Salah satu spanduk berbunyi: "Deklarasi Damai, Kami atas nama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda menyatakan kami tidak ingin bumi dalihan natolu ada terjadi tindakan kerusuhan ataupun yang bersifat melanggar hukum."

Pesan ini tidak hanya sebatas seruan, melainkan juga cerminan dari semangat Dalihan Natolu, filosofi hidup Batak yang menjunjung tinggi keharmonisan dan kekerabatan.

Dalam pidatonya, seorang perwakilan alim ulama mengajak seluruh hadirin untuk tidak terprovokasi.

"Jangan kita ikut-ikutan melakukan kerusuhan, marilah kita Damai di Tapanuli Selatan," serunya penuh keteduhan.

Pernyataan ini disambut baik oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapsel, yang menyatakan dukungan penuh terhadap proses demokrasi yang aman dan tertib.

"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sangat mendukung berjalanannya demokrasi dengan aman dan tertib," ucapnya.

"Harapannya, kekondusifan terus terjaga di Tapanuli Selatan," tambahnya.

Suara yang tak kalah penting datang dari Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H. Ia memuji nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Tapsel.

"Alhamdulillah, nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat yang berada di Tapanuli Selatan sangat baik, sehingga terhindar dari keadaan yang tidak kondusif," ungkapnya.

Menurut Kapolres, Deklarasi ini adalah wujud nyata dari Cinta Tanah Air, sebuah komitmen untuk menjaga stabilitas bangsa.

AKBP Yon Edi Winara juga mengingatkan pentingnya untuk tidak terpengaruh oleh provokasi yang marak beredar di media sosial.

"Kita jangan terpengaruh ataupun terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang tersebar di sosial media," pesannya.

Sebagai informasi, Deklarasi Damai ini diadakan di tengah isu nasional yang memanas, khususnya terkait tuntutan rakyat mengenai tunjangan anggota DPR RI.

Namun, situasi tersebut kini telah mereda setelah Presiden Prabowo memastikan bahwa aspirasi rakyat didengar.

Dalam sebuah konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 31 Agustus, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa kebijakan kontroversial tersebut telah dicabut.

"Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," jelasnya.(zal)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kadin Gelar FGD Ship to Ship Transfer, Dorong Regulasi Bongkar Muat yang Dukung Iklim Investasi
Silaturahmi Kapolda Sumut dengan Media, Pererat Sinergi Sambut Idul Fitri 1447
Silaturahmi Kapolda Sumut dengan Media, Pererat Sinergi Sambut Idul Fitri 1447
Operasi Ketupat Toba 2026, Polda Sumut Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran Berjalan Aman
Dugaan Korupsi di Dinkes Asahan: Bukti Rekaman dan Transfer Jadi Pemicu Pemeriksaan, GMPI Diminta Segera Laporkan
Pengadaan Komputer Dinkes Asahan di Mark-up Rp3,3 Miliar, TGR Rp1,2 Miliar Belum Dikembalikan
komentar
beritaTerbaru