Ditemani Segelas Kopi, Sumut24 Group dan Asian Agri Bahas Peluang Kolaborasi Strategis
MEDAN Sumut24.co Media Sumut24 Group membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan agribisnis terkemuka, Asian Agri Group, melalu
News
Baca Juga:
---
Kritik Terhadap Sikap Pemerintah Daerah
Koordinator aksi, M. Hadi Susandra Lubis, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada tanggapan langsung dari Bupati. Massa menilai tanggapan melalui perwakilan atau asisten tidak cukup menjawab kekhawatiran publik.
> "Kami ingin Bupati sendiri yang menyampaikan sikapnya secara terbuka. Ini isu serius yang tidak bisa diwakilkan oleh pejabat lain," ujar Hadi di sela-sela aksi.
Menurut Hadi, ketidakhadiran Bupati dalam menanggapi langsung sorotan KPK dapat memperburuk citra pemerintah daerah dan mengikis kepercayaan masyarakat.
---
Tokoh Masyarakat Soroti Pentingnya Transparansi
Salah satu tokoh masyarakat Tapanuli Selatan, Bangun Siregar, juga mendesak agar Gus Irawan tidak menghindari sorotan publik. Ia menilai, keterbukaan adalah langkah penting dalam menjaga integritas kepemimpinan di daerah.
> "Kalau memang tidak terlibat, sampaikan dengan terbuka. Kalau terus diam, masyarakat bisa berprasangka macam-macam. Ini menyangkut marwah daerah juga," kata Bangun.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sudah lelah dengan berbagai isu korupsi yang mencoreng nama daerah.
---
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana hingga Rp25 Miliar
KPK sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat dugaan penyelewengan dana CSR yang seharusnya digunakan untuk program sosial. Dana tersebut justru dialihkan melalui yayasan-yayasan yang diduga berhubungan dengan anggota Komisi XI DPR RI.
Menurut Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dua anggota Komisi XI telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Satori (NasDem) dan Heri Gunawan (Gerindra). Dalam keterangannya, Satori mengakui bahwa sebagian besar anggota Komisi XI turut menerima aliran dana CSR tersebut.
> "KPK akan mendalami pengakuan tersebut dan menelusuri aliran dana yang diduga mencapai Rp25 miliar per anggota dalam satu periode," kata Asep.
Gus Irawan diketahui merupakan anggota Komisi XI DPR RI pada periode yang disorot KPK tersebut.
---
Desakan Klarifikasi Semakin Kuat
Aliansi Tabagsel Bersatu menegaskan bahwa jika Gus Irawan tidak terlibat dalam kasus tersebut, ia seharusnya tidak ragu untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat secara langsung.
> "Kami tidak ingin daerah kami dicap negatif karena ketertutupan pejabat. Jika tidak terlibat, tunjukkan. Jika ada kesalahan, hadapi proses hukum dengan terbuka," ujar Hadi.
Hingga berita ini ditayangkan, masih mencoba menghubungi pihak Pemkab Tapanuli Selatan dan Gus Irawan Pasaribu untuk dimintai konfirmasi.red
MEDAN Sumut24.co Media Sumut24 Group membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan agribisnis terkemuka, Asian Agri Group, melalu
News
sumut24.co TANJUNG BALAI, Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang mengguncang Sumatera Utara semakin mencuat. Hingga saat
News
sumut24.co TANJUNG BALAI, Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang mengguncang Sumatera Utara semakin mencuat. Hingga saat
News
sumut24.co BATUBARA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membuka Program Magang Inalum 2026 bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengala
News
Ketika China, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Mesir Satu Suara untuk 100 CTFP di Jalur Sutra Dunia
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Modesta Marpaung SKM S Keb tampung berbagai aspirasi dari konstituen saat reses. Warga banyak mengadu soal B
kota
Kasus Jari Putus Digigit, Kuasa Hukum Konita Pertanyakan Penetapan Tersangka oleh Polsek Sidikalang
kota
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
Profil
sumut24.co MEDAN, Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Reses VI Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraks
kota
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
kota