sumut24.co -TANJUNGBALAI ,
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim diruangan kerjanya melakukan pertemuan dengan
Kepala Karantina Sumatera Utara (
Sumut), N.Prayatno Ginting.
Baca Juga:
Pertemuan kedua itu merupakan lanjutan dari hasil pertemuan sebelumnya. Dimana
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan kunjungan dan bertemu langsung dengan
Kepala Badan
Karantina di Jakarta.Hal itudilakukan untuk memperkuat sinergitas dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan lalu lintas media pembawa
Karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dibawah pengawasan
Karantina Sumatera Utara (
Sumut) di wilayah
Kota Tanjungbalai.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim didampingi Wakilnya Muhammad Fadly Abdina dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut dan berharap komunikasi yang terjalin dapat terus terjaga dengan baik."Pemerintah
Kota (Pemko)
Tanjungbalai berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Propinsi dalam hal ini Badan
Karantina Indonesia Sumatera Utara yang nantinya berpotensi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi
Kota Tanjungbalai dari sektor kepelabuhanan dan sektor lainnya dibawah pengawasan dan kewenangan Badan
Karantina Indonesia,"katanya, Kamis (17/7/25).
Mengingat posisi strategis
Kota Tanjungbalai didukung adanya pelabuhan Teluk Nibung dan keberadaan Kantor Balai Besar
Karantina Hewan dan Tumbuhan Sumatera Utara yang letaknya sangat strategis fungsinya di
Kota Tanjungbalai. Oleh karena itu, Pemko
Tanjungbalai berharap dukungan Badan
Karantina Indonesia untuk dapat mewujudkannya.Sementara itu,
Kepala Karantina Sumut. N.Prayatno Ginting dalam pertemuan itu menyebutkan bahwasanya pertemuan kedua itu merupakan tindak lanjut dari hasil kordinasi sebelumnya yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan hayati wilayah.
"Koordinasi yang dilakukan selama ini merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan. Kami menyambut baik dukungan Pemerintah
Kota Tanjungbalai dalam upaya menjaga lalu lintas media pembawa karantina, " katanya.Menurut N.Prayatno Ginting, sinergitas antar instansi itu sangat penting agar pelaksanaan fungsi karantina berjalan optimal, khususnya di wilayah
Kota Tanjungbalai yang berdekatan dengan negara tetangga Malaysia di perairan selat Malaka yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
"Dengan adanya kerja sama yang erat, kita bisa meminimalisir risiko masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan
Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan
Karantina (HPIK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan
Karantina (OPTK) yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.Diketahui, pelaksanaan kegiatan workshop nasional dan hasil pemantauan ikan serta pelepasan expor hewan ikan dan komunitas lainnya direncanakan pada bulan Agustus mendatang dan akan dilaksanakan di
Kota Tanjungbalai. Dihadiri seluruh
Kepala Karantina di Indonesia.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah
Kota (Pemko)
Tanjungbalai dan Jajaran Badan
Karantina Indonesia Wilayah
Sumut dan
Kota Tanjungbalai. (eko)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News