MENUJU MUKTAMAR VIII IPHI DI BALI, Merawat Kemabruran, Menguatkan Persaudaraan, Meneguhkan Pengabdian
MENUJU MUKTAMAR VIII IPHI DI BALI Merawat Kemabruran, Menguatkan Persaudaraan, Meneguhkan Pengabdian Oleh H.Rahudman Harahap MMKetua Penguru
Profil
Baca Juga:
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menganilisis lebih lanjut asal usul uang senilai Rp2,8 miliar yang ditemukan penyidik KPK di Rumah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Topan Ginting.
KPK juga akan menyelidiki tujuan peruntukan uang tersebut. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (2/7).
"Tentunya semua akan didalami baik asal-muasal dari uang tersebut ataupun uang tersebut nanti akan dialirkan kemana," ucapnya.
Adapun KPK menggeledah rumah Topan Ginting yang terletak di Perumahan Royal Sumatera, Cluster Topaz, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (2/7).
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang disita dalam perkara dugaan suap proyek jalan akan tayang pada Juni 2025. Uang ditemukan 28 gepokan pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu dengan total nilai mencapai Rp2,8 miliar.
"Dari rumah TOP, jadi di lokasi tersebut ditemukan uang cash sejumlah 28 pack dengan nilai total sekitar Rp2,8 miliar," kata Budi.
Selain uang tunai, penyidik KPK juga menyita dua pucuk senjata. Senjata tersebut akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
"Untuk jenisnya yang pertama pistol Baretta dengan amunisi 7 butir dan jenis kedua senapan angin dengan jumlah amunisi air gun sejumlah 2 pack," pungkasnya.
Adapun KPK menetapkan Topan Ginting sebagai tersangka karena menerima gratifikasi atau suap dari PT. Dalihan Natolu Group (DNG) dalam rencana pembangunan jalan.
Selain itu, KPK juga tetapkan Direktur PT Dalihan Natolu Grup (DNG) berinisial KIR, RES UPT Gunung Tua merangkap sebagai PPK dan Staf UPTD Gunung Tua dalam pengadaan proyek jalan di daerah Sipiongot sebesar 1,78 Miliar dan akan tayang pada Juni 2025.
Adapun pembangunan proyek Pembangunan Jalan Sipiongot batas Labusel, dengan nilai proyek Rp96 miliar dan proyek Pembangunan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot, dengan nilai proyek Rp61,8 miliar.
KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap Tersangka TOP, RES, HEL, KIR, RAY untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 28 Juni sampai 17 Juli 2025. Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih.red2
MENUJU MUKTAMAR VIII IPHI DI BALI Merawat Kemabruran, Menguatkan Persaudaraan, Meneguhkan Pengabdian Oleh H.Rahudman Harahap MMKetua Penguru
Profil
Medan Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, M.A menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan mantan Ketua BEM
News
JAKARTA, SUMUT24.CO Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Min
News
DELISERDANG , SUMUT24.CO Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru DPW Partai
News
Polda Sumut Sulap Car Free Day Jadi Pesta Rakyat HUT Bhayangkara ke80, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka
kota
Medan sumut24.co Kapolrestabes Medan menerima penghargaan MUI Award dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan atas keberhasilannya me
kota
DELI SERDANG Sumut24.coKetua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan pelantikan dan deklarasi pengurus DPW serta DPD PAN seSumatera Utar
Politik
DELI SERDANG Sumut24.coKetua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pelantikan dan deklarasi DPW serta DPD PAN seSumatera Utara
Politik
&lrmPawai Khatam AlQur&039an ke38 dan Wisuda RA Tahun 2026 di Nagari Selayo di Hadiri Bupati SolokKabupaten Solok Sumut24.co
kota
Pembukaan Turnamen Sepak Bola Supayang Legend Cup U40di di Hadiri &lrmBupati Solok
kota