Pemprov Sumut dan KPPG Perkuat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Pemprov Sumut dan KPPG Perkuat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
News
Baca Juga:
Unjuk rasa masyarakat yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Angkatan Muda Pomparan Tuan Odjur (FKAMPTO) Siahaan datangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah VIII Provinsi Sumatera Utaratuntut keadilan dalam mendapatkan pendidikan bagi generasi bangsa.
Puluhan warga yang bermodisili di kawasan pendidikan di Soposurung, Balige menuntut kebijakan terhadap 16 orang anak mereka yang tidak lolos pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2025 ke SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Balige.
Perwakilan FKAMPTO Jonny Siahaan, dalam tuntutannya menyebutkan, lahan yang saat ini digunakan oleh pihak Cabdisdik Wilayah VIII Provsu adalah tanah leluhur mereka yang diberikan dengan status pinjam pakai.
"Permintaan kami, anak-anak kami keturunan Tuan Odjur sekolah di areal leluhur kami. Hal lain yang kami sampaikan, belum ada perjanjian yang baru soal penyerahan lahan ini sejak tahun 1950," ujar Jonny Siahaan, Kamis (19/06/2025).
Kehadiran yayasan TB Soposurung eks Yayasan Soposurung juah disoroti para demonstran yang dinilai mengurangi kuota bagi pelajar di Toba sebanyak 120 orang.
"Seingat saya, tahun 1990-an, yayasan yang dulunya bernama Yasop dan kini sudah menjadi Yayasan TB Soposurung, itu hanya menampung pelajar 1 kelas saja. Itu sudah bisa direvisi. Dan ini juga kami minta kepada gubernur Sumatera Utara supaya diperhatikan," terangnya.
Yayasan TB Soposurung diharapkan mampu berdiri sendiri layaknya sekolah unggul lainnya.
"Kami menuntut agar anak-anak kami bisa sekolah di SMA yang ada disini. Jatah kami jadi berkurang gara-gara yayasan itu. Kami minta yayasan itu supaya jangan menumpang lagi di SMAN 2 Balige," tegasnya.
Diakui, 16 orang anak-anak mereka tidak bisa didaftarkan untuk mengikuti pembelajaran di du sekolah tersebut.
"Awalnya, jumlah anak kami itu 30 orang. Lalu sebagian sudah mendaftar ke SMA swasta, ke SMK dan SMA yang ada di Tampahan. Jumlah anak-anak kami yang masih terkatung-katung nasibnya ada sebanyak 16 orang. Anak-anak kami menangis dan tidak mau lagi sekolah gara-gara tidak diterima di SMAN 1 dan 2 Balige ini," ungkapnya.
Pihaknya juga disebutkan telah mengirimkan surat ke Gubsu Bobby Nasution melalui ajudan, namun sampai saat ini surat tersebut belum berbalas.
"Kami sudah kirimkan surat kepada Gubsu melalui ajudannya. Dan, sampai saat ini, surat tersebut belum ada balasan," pungkasnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Toba dan Samosir Jhon Suhartono Purba menanggapi PPDB yang diselenggarakan sudah sesuai Juknis dan Permendikdasmen namun segalapermohonan dan tuntutan para pengunjuk rasa akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
"Ini jawaban dari pimpinan kami pak Kadis yang menyatakan tidak bisa mengambil kebijakan, tetap sesuai juknis dan Permendikdasmen", pungkas Jhon Suhartono Purba.(Des)
Pemprov Sumut dan KPPG Perkuat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
News
Tinjau Proyek Turap di Nias, Bobby Nasution Minta Pengerjaan Dipercepat Jelang Nataru
News
Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia, Dorong Produktivitas dan Sejahterakan Petani Gunungsitoli
News
Bobby Nasution Respons Aspirasi Petani Afia, Dorong Solusi Harga Pupuk dan Bantuan Alsintan
News
Buka Musda IV Golkar Padang Lawas, Andar Amin Harahap Tekankan Konsolidasi hingga Akar Rumput
News
Sekda Padangsidimpuan Buka Konferensi PWI Tabagsel IX, Wartawan Didorong Makin Profesional
News
HUT ke8 PA Sibuhuan Jadi Momentum Pembenahan Layanan, Bupati Palas Tekankan Integritas
News
Kelola 10 Akun TEVI untuk Sebar Konten Pornografi, Polda Sumut Tangkap Pelaku
News
Polda Sumut Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi, Raup Rp.80 Juta dalam 3 Bulan
kota
Apresiasi Dukungan PBB, Rico Waas Harap Pembangunan Medan Dikawal hingga Kecamatan
News