Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
News
Baca Juga:
"Teater Populer merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah seni pertunjukan di Indonesia. Sejak didirikan pada 57 tahun yang lalu, kelompok ini senantiasa menghadirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran dan perasaan penonton. Melalui kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, kami berharap dapat terus mendukung keberlanjutan Teater Populer dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan seni yang bermakna bagi masyarakat Indonesia," ungkap Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Teater Populer adalah salah sebuah kelompok teater Indonesia yang berdiri pada tahun 1968. Kelompok yang didirikan oleh Teguh Karya dan kini diteruskan oleh Slamet Raharjo ini sudah memproduksi ratusan pertunjukan, melahirkan banyak bintang, dan menjadi ikon teater di Indonesia. Teater Populer tidak hanya mempengaruhi dunia seni teater, tetapi juga menjadi jembatan untuk membawa elemen-elemen teater ke dunia perfilman Indonesia.
Slamet Rahardjo selaku sutradara dan juga pemeran dalam lakon DAG DIG DUG mengungkapkan, "Lakon DAG DIG DUG bukan sekadar pementasan, tetapi cerminan kegelisahan dan harapan yang dikemas dalam narasi dengan sebab-akibat yang jelas. Setiap adegan dirancang dengan dimensi ruang, waktu, dan peristiwa yang terjalin erat untuk menghidupkan cerita. Saya berharap lakon ini mampu menyentuh hati dan memberikan pengalaman berkesan bagi para penikmat seni."
Lakon DAG DIG DUG diproduseri oleh Paquita Widjaja dan Samuel Wattimena dengan Co Produser Taba Sancabakhtiar. Selain menampilkan Slamet Raharjo, lakon DAG DIG DUG juga akan menampilkan Niniek L Karim, Donny Damara, Reza Rahadian, Kiki Narendra dan Jose Rizal. Berlatarkan tempat di Yogyakarta, Jawa Tengah, lakon DAG DIG DUG mengisahkan tentang Chaerul Umam, seorang mahasiswa yang berpengetahuan luas, cerdas, rendah hati, berkharisma dan pimpinan gerakan mahasiswa tiba-tiba menjadi pembicaraan karena tewas secara tiba-tiba dalam kasus tabrak lari. Kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh Chaerul Umam dicurigai sebagai kecelakaan yang direncanakan. Kecurigaan itu didasarkan pada kejanggalan alasan kematiannya.
"Bergabung dalam lakon DAG DIG DUG menjadi sebuah pengalaman yang menarik. Naskah karya Putu Wijaya ini menawarkan kedalaman cerita yang penuh emosi dan relevansi, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi para penikmat seni. Saya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan para seniman hebat di bawah arahan Slamet Rahardjo untuk menghadirkan cerita yang sarat makna ini. Semoga lakon ini dapat membuka ruang refleksi sekaligus menjadi sajian yang bermakna bagi para penikmat seni. Jangan sampai ketinggalan untuk menonton ya!" ujar Reza Rahadian. (red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
News
Walikota yang diwakili Kabag Perekonomian menyambut silaturahmi Area Manager BSI
News
Wali Kota menghadiri acara pelantikan BPC HIPMI Kota Pematangsiantar Periode 20262029
News
Dr. H. Hery Subiansauri Polda Sumsel Hadir Memberi Rasa Aman dan Keadilan
News
Jatanras Polda Sumut Patroli Rutin Daerah Rawan Humanis dan Bagikan Makanan dan Minuman
News
Kapolda Sumut Silaturahmi ke Kodam I/BB, Perkuat Sinergi TNIPolri
News
Menteri Investasi dan Hilirisasi Tetapkan Kinerja Perizinan Deli Serdang Sangat Baik, Nilai Tembus 91,728
News
Dr. H. Hery Subiansauri Polda Sumbar Harus Hadir sebagai Sahabat Masyarakat, Bukan Sekadar Penegak Hukum
News
Jual Beli Jabatan di Pemkab Palas Disorot, Dugaan Setoran Berpariasi Puluhan hingga Ratusan Juta, Korban Tuntut Uang Kembali
News
Pemkab Palas Kejar Target Bedah Rumah 2026, Pencairan Dana Ditargetkan Akhir Oktober
News