Sohib Bangsa Serumpun Indonesia–Malaysia Sarapan Bersama di Medan, Ini Kata H Ikrom Nasution
Sohib Bangsa Serumpun Indonesia&ndashMalaysia Sarapan Bersama di Medan
kota
Baca Juga:
Dalam krsempatan tersebut Ewin Putra juga membuka Raker Forwadi bersama Kepala Sekretaris Perusahaan Nurlin dan Kepala Divisi Pengolahan Air Minum Relli Sinulingga. Hadir Ketua Forwadi Ahmad Rivai Parinduri, Sekretaris Adi Wasgo, Bendahara Hj Laswiyati Wakid dan seluruh anggota Forwadi yang berjumlah 50 orang.
Lebih lanjut dikatakan Ewin Putra, pembenahan yang dibuat Tirtanadi dengan menambah debit air seperti pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mebidang dari Binjai dengan debit total 750 liter/detik untuk alokasi Medan Utara, Medan Timur dan Medan Helvetia.
Kemudian SPAM Brayan tahun depan untuk dicadangkan ke Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar. Sekarang di sana banyak yang ambil air bawah tanah dengan cukup besar sehingga ini melanggar aturan.
"Kalau KIM yang ambil air bawah tanah mungkin bisa ditolerir, tapi ini perusahaan yang ada di sana. Maka itu melanggar aturan. Oleh sebab itu kita fokuskan untuk menambah debit air ke KIM dan menambah ke pelanggan komersil," jelas Ewin Putra.
Selain itu SPAM Johor dengan kapasitas 500 liter/detik untuk perumahan – perumahan seperti di Padang Bulan sekitarnya. Untuk SPAM Johor ini semua pipa Tirtanadi udah ditanam. Yang paling besar di Eka Rasmi dan Karya Wisata. "Semua penambahan itu sebagai komitmen kita untuk memberikan pelayanan terbaik," katanya.
"Kita buat lingkungan kondusif supaya para pegawai bekerja dengan aman dan nyaman," jelas Ewin Putra.
Dakam kesempatan tersebut Plt Dirut Perumda Tirtanadi Ewin Putra menyatakan debit Tirtanadi masih defisit 2-3 persen pertumbuhan penduduk Medan tiap tahun, termasuk pembangunan rumah-rumah besar sehingga kebutuhan air makin banyak. "Untuk itu kami mohon maaf kepada pelanggan karena kurangnya debit air," ungkap Ewin Putra.
Dia mengakui defisit itu bertambah setelah adanya bencana longsor di Sibolangit sehingga berdampak debit dan distribusi masih belum normal untuk beberapa kawasan. Kalau di Sibolangit banyak mata air antara lain di Desa Rumah Sumbul, Puang Aja, Lau Kaban dan lain – lain.
"Mata air itu kita tampung dan dialirkan ke pemancar. Tapi akibat bencana itu, semuanya hancur. Bahkan dari rumah pemancar ke tangki bulan juga banyak yang hanyut. Inilah yang terus kita perbaiki," katanya.
Ewin Putra menyebut H+7 setelah bencana udah bisa dimasukkan ke tangki bulan dan udah bisa hasilkan 80 liter/detik dari Sibolangit.
"Per pagi hari ini, Senin 23 Desember 2024, kita udah bisa hasilkan 350 liter per detik dari total 550 liter per detik. Jadi 65 persen udah bisa dihasilkan," kata Ewin Putra.
Disebutkannya, selain mengelola air bersih, Tirtanadi juga menangani air limbah sejak tahun 1991.
Pada Raker itu juga dipaparkan masalah penanganan limbah oleh Perumda Tirtanadi yang disampaikan Israini, SSi, Kepala Divisi Air Limbah. (red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sohib Bangsa Serumpun Indonesia&ndashMalaysia Sarapan Bersama di Medan
kota
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota