Badan Pengelola Toba Caldera dan Besarnya Harapan Masyarakat
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Baca Juga:
Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga. Tidak hanya itu, bencana ini diperparah oleh munculnya ribuan kubik kayu gelondongan yang terbawa arus, menghancurkan puluhan rumah dan berbagai fasilitas umum.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Tapsel, Puput Mashuri, meskipun tidak ada korban jiwa, dampak bencana ini sangat signifikan. Sebanyak 30 rumah dilaporkan terdampak langsung, sementara 700 warga dari Desa Kota Tua dan sekitarnya terpaksa mengungsi. Ratusan kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal dan harus menghadapi situasi sulit di pengungsian
*Ribuan kubik Kayu Gelondongan Perparah Dampak Banjir*
Selain banjir yang merendam rumah, arus deras membawa kayu gelondongan dalam jumlah besar dalam taksiran ribuan kubik yang menghantam rumah warga, fasilitas umum. Kerusakan akibat kayu ini menciptakan beban tambahan bagi warga dan pemerintah daerah.
Timbul dugaan bahwa, Kehadiran ribuan kubik kayu gelondongan yang hanyut diduga berasal dari aktivitas ilegal, seperti penebangan liar di kawasan hulu sungai. Praktik ini memperburuk daya dukung lingkungan, menyebabkan tanah longsor, dan memperbesar potensi bencana saat hujan deras turun.
"Banjir kali ini berbeda, kerusakan lebih parah akibat gelondongan kayu yang berskala besar menghantam rumah kami," ujar salah seorang warga Desa Kota Tua yang terdampak.
Fenomena kayu gelondongan yang terbawa arus menjadi sorotan utama. Penebangan liar atau deforestasi yang tidak terkendali menunjukkan lemahnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan hutan di wilayah Tapanuli Selatan.
Untuk menangani pengungsi, BPBD Tapsel mendirikan tiga titik lokasi penampungan, yakni di Somaninggir, Istana Hasadaon Kota Tua, dan Gereja KPA Kota Tua. Di lokasi tersebut, telah didirikan tenda darurat dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
Tidak hanya itu, air bersih juga telah disediakan guna menjaga kesehatan para korban banjir. "Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar para pengungsi tetap sehat dan mendapatkan kebutuhan dasarnya selama masa tanggap darurat ini," ujar Puput Mashuri.
Namun, upaya tanggap darurat ini hanya solusi jangka pendek. Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan tindakan preventif yang melibatkan penegakan hukum terhadap dugaan penebangan liar, reboisasi di kawasan hulu, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem.zal
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
News
Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,Tekankan Target Pembangunan Terukur
News
Berbagi Bareng Indonesia hadir sebagai Wadah bagi Orang Baik Menyalurkan Kebaikannya Medansumut24.co Semangat kepedulian dan keinginan untu
News
MEDAN SUMUT24 Jajaran Polsek Medan Area mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Provinsi
Hukum
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News