22 Dosen UNPAB Lulus 100 Persen Serdos, WR II Sampaikan Terima Kasih
MEDAN SUMUT24.CO Sebanyak 22 Dosen Tetap Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) yang diajukan mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos) Gel
Politik
Baca Juga:
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Senin (25/11/2024) memutuskan perkara kasus Laka lantas Register Perkara Nomor 664/Pid.Sus/2024/PN Kisaran, bahwa terdakwa Muhammad Armadiansyah dihukum penjara 2 tahun lebih lama dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa 1 tahun dalam sidang putusan laka lantas mobil dengan kereta api yang terjadi pada hari Sabtu, tanggal 22 Juni 2024 di Jalan umum jurusan Kisaran - Air Joman di perlintasan kereta api tanpa palang.
Kuasa Hukum terdakwa Tekad Kawi, SH dan Sihol Marito Siregar, SH menggelar press release di kantornya Jalan Imam Bonjol Kisaran, Asahan, Senin, (25/11/2024) malam.
Beliau mengutarakan banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini dan pelaksanaan sidang sering kali ditunda oleh majelis hakim.
"Seingat kami lebih kurang ada lima kali sidang ditunda", ujar Tekad.
Pengacara yang berpenampilan eksentrik ini menambahkan dalam sidang vonis tidak dihadiri hakim ketua, hakim anggota dan panitera PN Kisaran akan tetapi dilakukan melalui via video call berantai aplikasi Whats App (WA) antara seorang hakim, jaksa, terdakwa dan penasehat hukum terdakwa.
"Setelah pledoi yang dibacakan oleh Sihol Marito Siregar beberapa saat kemudian hakim ketua memutuskan hukuman penjara 2 tahun kepada terdakwa, lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut 1 tahun penjara terhadap terdakwa", jelas Tekad Kawi.
Masih kata Tekad, bahwa dirinya sangat kecewa dengan putusan hakim karena pledoi yang dibuat selama berhari-hari tidak ditanggapi oleh majelis hakim karena setelah pledoi dibacakan beberapa saat langsung dibacakan putusan terdakwa.
"Dengan ini kita menduga pledoi saya tidak dimasukkan dalam amar putusan", ungkap Tekad Kawi.
Tekad menambahkan, bahwa dirinya sudah lama menjadi penasehat hukum, baru kali inilah dirinya melihat bobroknya sistem keadilan hukum di Pengadilan Negeri Kisaran.
"Atas tindakan hakim yang kami anggap tidak profesional ini, saya dan rekan akan mengadukan hal ini ke Komisi Yudisial dan Bawas", tutup Tekad Kawi.
Terpisah, ketua PUSPA-RI (Pusat Study Pembangunan Republilk Indonesia) Ibnu Hajar Piliang sangat menyayangkan keputusan hakim yang sangat tergesa-gesa dalam menjatuhkan vonis kepada terdakwa Muhammad Armadiansyah selama dua tahun penjara.
"Hakim tidak ada dalam ruang persidangan dan menjatuhkan vonis melalui Videocall Whats App tanpa mempertimbangkan pledoi yang di bacakan penasehat hukum. Kita menduga hakim membuat keputusan karena ada titipan dan tidak profesional", ungkap Ibnu. (tec)
MEDAN SUMUT24.CO Sebanyak 22 Dosen Tetap Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) yang diajukan mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos) Gel
Politik
Buntut Kisruh KPID Sumut 20262029, Lima Calon Tolak Hasil Pemilihan
News
Kapolda Sumut Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Responsivitas
News
Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus CurasCurat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut
News
Think Better, Work Better, Serve Better!Monthly Upgrade Academy DorongBudaya Mutu dan PerbaikanBerkelanjutan di UNPAB
News
Medan , Wakll Ketua PWI Sumatera Utara Bidang Pembelaan Wartawan Amrizal SH,MH sebelumnya diisukan maju dan mencalonkan diri sebagai Ketua P
News
sumut24.co MEDAN, Keberadaan organisasi/ wadah Guru atau yang lebih dikenal dengan nama PGRI akronim dari Persatuan Guru Republik Indonesi
kota
Deepa Malik Perempuan India Pertama Peraih Medali Paralimpik &mdash Pelopor Olahraga Para India
News
Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman
News
PEP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Bencana Hidrometeorologi
News