Wakil Bupati Asahan Resmikan EduDay 2026, Dorong Integrasi AI dan Coding di Sekolah
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Pendidikan resmi membuka kegiatan Seminar EduDay 2026 pada Kamis (2/4
News
Baca Juga:
Warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, kembali mengeluhkan keberadaan Pabrik CV. Sedap Jaya yang memproduksi kerupuk. Keluhan utama warga adalah pencemaran limbah cair dan bau busuk menyengat yang dihasilkan pabrik tersebut, yang diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Menurut keterangan warga, limbah cair dari pabrik tersebut dibuang langsung ke parit di sekitar pabrik tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.
Setidaknya ada tiga saluran pembuangan limbah yang mengalirkan cairan pekat, yang tidak hanya merusak kualitas air di sekitarnya, tetapi juga menyebabkan aroma tak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Seorang warga setempat, Riwat (37), yang ditemui pada Senin (09/09/2024), mengungkapkan bahwa mereka telah lama merasa terganggu dengan bau dan limbah pabrik tersebut.
"Sudah lama kami merasa keberatan dengan limbah dan bau busuk ini, tapi tidak ada respons. Tahun lalu beberapa warga sempat mengajukan gugatan, tapi hasilnya tidak jelas sampai sekarang," ujarnya dengan nada kecewa.
Upaya untuk menghubungi pimpinan Pabrik CV. Sedap Jaya, Ahua, tidak berhasil. Meski pesan melalui WhatsApp sudah terkirim, Ahua tidak memberikan balasan. Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen pabrik belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.
Menanggapi permasalahan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi ke lokasi pabrik.
"Kami sudah meninjau lokasi dan memberikan rekomendasi agar pabrik menutup pipa yang langsung membuang limbah ke parit dan segera membangun kolam IPAL untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke saluran pembuangan," jelas Daniel.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pengecekan ulang untuk memastikan pabrik mematuhi instruksi yang telah diberikan.
Daniel juga menegaskan bahwa jika pabrik tidak segera memperbaiki sistem pengolahan limbahnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Warga berharap agar pihak terkait segera menindaklanjuti permasalahan ini demi menjaga kesehatan lingkungan dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah pabrik terhadap kehidupan sehari-hari mereka.(ES))
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Pendidikan resmi membuka kegiatan Seminar EduDay 2026 pada Kamis (2/4
News
Jakarta PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan Astra danbagian dari Astra Financial, terus berupaya mewujudkan komit
News
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M yang digelar PT Bank Sum
News
MEDAN, Dalam upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun komunikasi yang konstruktif, PB Pendawa Indonesia melaksanakan audiensi den
kota
Jakarta, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mencatat akselerasi mobilisasi pembiayaan berkelanjutan yang melonj
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Kamis siang, 2 April 20
News
sumut24.co LANGKAT, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menghadirkan
News
sumut24.co MEDAN, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan yan
kota
Realisasi Pajak Deli Serdang TW I Tumbuh 34,7 Persen
kota
Bupati Solok Dampingi Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Ground Breaking Jembatan Gantung Saniang Baka
kota