Lantik Ratusan Pejabat, Bupati: Ini Regenerasi
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Baca Juga:
- Sportifitas Masa Depan Pelajar Muda, Ketua MPC Pemuda Pancasila Bersama TNI dan Walikota Tutup Futsal SLTA Se-Tabagsel
- Keluarga Korban Minta Tangkap Sekelompok Pereman Pelaku Penganiayaan, Busor : Tutup THM NZ Perusak Mental dan Masa Depan Generasi Muda
- Seminar Generasi Muda Tanpa Narkoba “Membangun Generasi Muda yang Berdaya Saing Menuju Generasi Emas 2045”
MEDAN-Setiap orang memiliki cara berbeda-beda saat memberikan dukungan ke tim atau provinsi yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara. Salah satu yang unik datang dari suporter Papua.
Sekelompok suporter terlihat mengunyah sirih atau pinang muda saat jelang menyaksikan pertandingan PON XXI cabang olahraga (cabor) Hockey Indoor Papua di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan (Unimed).
Tentu pemandangan ini menarik perhatian. Para suporter dari Papua ini terlihat berdiri-diri di trotoar depan Gedung Serbaguna Unimed sambil makan pinang.
Apa yang suporter Papua lakukan ternyata memiliki makna tersendiri. "Bagi kami makan pinang dan sirih ini serasa ngunyah permen karet. Merileks kan pikiran dan menghilangkan bau mulut," ungkap Patrik.
Pria yang sejak 3 September 2024 sudah tiba di Medan dengan perjalanan pesawat turut membawa bekal pinang muda dari daerahnya di Kota Biak.
"Ini sudah menjadi tradisi di Papua, mulai dari anak-anak hingga orang tua suka makan pinang," imbuh pria berusia 54 tahun itu.
Dan kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di tempat tinggalnya, tapi juga ketika dirinya melakukan perjalanan ke daerah lain.
Meskipun pinang muda bisa saja didapatkan di lokasinya berada, namun dirinya malah tetap membawa pinang asli dari Papua.
Bentuk pinang yang dikonsumsinya lebih kecil dengan kulit yang masih sangat hijau. Kemudian dinikmati dengan buah sirih yang bentuknya panjang.
Sementara itu Mama Manggara menjelaskan cara makan pinang dan sirih juga memiliki aturan main.
Mulanya dia memakan pinang, selanjutnya barulah makan buah sirih yang dicelup sedikit kapur. "Jangan makan buah sirih sama kapur duluan, nanti lidah terbakar," tambahnya.
Mama Manggara mengatakan alasan mengapa sampai dirinya harus repot membawa pinang dan buah sirih jauh-jauh dari Papua sampai-sampai ikut naik pesawat, padahal bisa juga didapat di lokasi dirinya berkunjung.
"Biar lebih mudah saja. Jika sudah terbiasa makan pinang, beberapa jam enggak makan pinang kita jadi gelisah. jadi makan pinang ini juga bisa bikin candu," imbuhnya.
Jelang pertandingan sebelum masuk ke arena pertandingan Mama Manggara bergabung bersama supoter Papua lainnya menikmati pinang muda sambil membincangkan berbagai hal.
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Sinyal Kuat dari Pusat SOKSI Sumut AllOut Kawal Andar Amin Harahap Menuju Kursi Golkar 1
Politik
Program LCDI Terima Penghargaan di Forum RKPD Sumatera Utara 2027 Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Rendah Karbon
kota
Pembangunan HuntapHuntara Batangtoru Terus Maju, BenihBaik Apresiasi Sinergi Pemkab TapselPTPN IVl Tapanuli Selatansumut24.coUpaya p
News
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Polda Sumut Bahas Reformasi Polri dan Kejaksaan
Politik
Sergai sumut24.co Terkait sengketa lahan seluas sekitar 500 hektare antara masyarakat dengan pihak PTPN IV Regional I Kebun Silau Dunia ya
News
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
Wisata
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
News
Sergai sumut24.co Pemerintah pusat terus memperkuat komitmen pengembangan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Komitmen
News
Medan Di tengah kompleksitas sosial dan kemajemukan etnis Sumatera Utara, nama almarhum H. Syamsul Arifin tetap dikenang sebagai sosok p
Profil