Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Baca Juga:
- Ketua KPPU Temui Luhut, Soroti Minimnya Respons Pemerintah Atas Saran Kebijakan Persaingan Usaha9 opp
- Satresnarkoba Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu Dengan BB 10 Gram di Kisaran Barat
- Satres Narkoba Polres Asahan Gagalkan Peredaran Narkoba Dari Tangan Kurir Dan BB Narkotika Sabu 50 Kg di 2 Lokasi
Dikutip dari laman LPDP, enam guru besar tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan yang berbeda dari Hukum hingga Geologi. Berikut daftar namanya.
Pertama, Prof. Dr. Yasmirah Mandasari Saragih, S.H., M.H. Di usianya yang menginjak 37 tahun, Prof. Dr. Yasmirah menjadi Guru Besar termuda di bidang hukum di LLDIKTI Wilayah 1 Sumatera Utara.
Prof. Dr. Yasmirah saat ini menjadi Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Panca Budi (UNPAB) Medan, S3 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang Jawa Tengah.
Mewakili alumni penerima beasiswa LPDP, Prof. Dr. Yasmirah menyampaikan capaian ini lantas tidak membuat lupa diri.
"Ingat pepatah Arab mengatakan "Al adabu Fauqol 'ilmi" yang artinyaadab itu lebih tinggi dari pada ilmu. Kalau hanya mengandalkan ilmu tanpa di barengi adab, iblis lebih bisa. Sebab iblis diberikan keistimewaan oleh Allah SWT lebih pintar dari pada manusia," ucapnya.
Kedua, Prof. Andi Dian Permana adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Sistem Pengantaran Obat Dermal dan Transdermal. Sebagai dosen di Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Andi meraih gelar Guru Besar di bidang farmasi pada usia 34 tahun, menjadikannya guru besar termuda dalam bidang farmasi di Indonesia. Pendidikan S3-nya diselesaikan di program studi pharmacy di Queens University Belfast, Inggris, dengan dukungan beasiswa LPDP.
Ketiga, Prof. Khusnul Kausarian, dosen dari Pekanbaru, Riau, memperoleh gelar Guru Besar di usia 37 tahun dalam bidang Geologi. Dia menjadi guru besar termuda di bidang Geologi. Prof. Khusnul menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Geosciences, Chiba University, Jepang, dengan beasiswa LPDP.
Keempat, Prof. Adi Purwandana, peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diangkat sebagai guru besar dalam bidang Kepakaran Gelombang Internal dan Percampuran Turbulen Laut pada usia 42 tahun. Prof. Adi menyelesaikan studi S3-nya di bidang Physical Oceanography di Sorbonne Université, Perancis, dengan beasiswa LPDP.
Kelima, Di Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Pramaditya Wicaksono mencapai gelar Guru Besar dalam Ilmu Pengindraan Jauh Biodiversitas Pesisir pada usia 35 tahun, menjadikannya guru besar termuda di UGM.
Keenam, Prof. Ferian Anggara, juga dosen di UGM, diangkat sebagai guru besar di bidang ilmu geologi batubara pada usia 40 tahun, menjadi guru besar termuda di program studi teknik geologi UGM.(red)
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News
sumut24.co MedanPemko Medan memperluas basis penerimaan, meningkatkan kepatuhan, mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat pengawasan dan
kota
sumut24.co MedanSepuluh pelajar Kota Medan bersiap menjalankan misi lebih dari sekadar pertukaran pelajar. Selama enam hari di Ipoh, Malay
kota