Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Medan I Sumut24.co PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut menyatakan sikapnya terhadap perkembangan kondisi kebangsaan dan kenegaraan yang semakin mengkhawatirkan dengan adanya gejala infiltrasi masif ideologi komunisme, leninisme, marxisme dan paham paham yang bertentangan dengan Pancasila ke dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia melalui pengajuan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).
Baca Juga:
Zulham Efendi Siregar mengatakan, kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan dan di luar nalar dan akal sehat kita sebagai anak bangsa.
Sama-sama kita mengetahui faham komunis yang juga anti Tuhan telah nyata nyata pernah membuat kegaduhan dan merongrong kedaulatan negara.
Sejarah kelam Partai Komunis Indonesia (PKI) telah sama-sama kita ketahui , bagaimana PKI dengan keganasannya membuat kekacauan di Indonesia. Bukti-bukti tersebut sudah cukup untuk menjadi pelajaran bagi bangsa kita saat ini.
Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara sebagai Organisasi Kepemudaan Islam yang lahir sebelum Indonesia merdeka pada tanggal 11 Januari 1941 turut serta berjuang mengorbankan nyawa, harta dan benda untuk kemerdekaan Indonesia dan sudah sejak lama kader kader GPA berada di Garda terdepan menghempang dan melawan kelompok kelompok yang menganut paham-paham yg bertentangan dgn pancasila.
Faham komunis harus diwaspadai karena merupakan bahaya laten yang bisa bangkit kapan saja.
Menyikapi kondisi kebangsaan ditengah Pandemi Covid 19 saat ini, Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut mendesak Pemerintah dan DPR-RI untuk tidak bermain main dalam mengelola negara. RUU HIP dilakukan dengan cara kejar tayang dan diam-diam tanpa melalui prosedur yang dibenarkan dan tanpa pembahasan yang mendalam ingin mengubah kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam hierarki perundang-pendangan Indonesia serta merobah Pancasila menjadi Trisila membuktikan ada oknum oknum di DPR-RI yang menginginkan ideologi Komunisme, Leninisme, Marxisme dan paham paham yang bertentangan dengan Pancasila untuk masuk dan hidup kembali kedalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.
Tidak dicantumkannya Tap NO.XXV/MPRS/1966 Tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan pelarangan tentang penyabaran paham Komunisme, Leninisme, dan, Maxisme mengindikasikan DPR sebagai lembaga wakil rakyat ingin membuat polemik ditengah tengah masyarakat.
Demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI Dengan ini PW GPA Sumut menolak dengan keras usulan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).
Lebih baik DPR Dimasa pandemi covid-19 ini lebih serius bekerja memperjuangkan kesejahteraan, keamanan dan keadilan bagi rakyat, seperti menurunkan harga minyak, menurunkan harga listrik, menurunkan harga sembako,, menciptakan iklim yang kondusif untuk dunia usaha, ketersediaan lapangan Pekerjaan dan memperjaungkan Pelayanan pendidikan dan Pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk rakyat.(rel)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota