Rabu, 14 Oktober 2026

Pencabutan Subsidi Listrik Tambah Beban rakyat Kecil

Administrator - Selasa, 19 April 2016 08:55 WIB
Pencabutan Subsidi Listrik Tambah Beban rakyat Kecil

JAKARTA | SUMUT24 Pemerintah Jokowi-JK berencana mencabut subsidi listrik golongan 900 voltampere (VA) bagi masyarakat mampu. Rencana ini justru menimbulkan pro dan kontra karena dinilai akan semakin menekan masyarakat kalangan bawah, sehingga akan menimbulkan kesenjangan sosial yang lebih besar.

Baca Juga:

Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Sosial, M. Sairi Hasbullah mengatakan, beban masyarakat golongan bawah akan makin tinggi jika kebijakan tersebut direalisasikan pada Juli 2016 nanti.

“Semakin tinggi tekanan yang diterima kelompok bawah, tekanan ekonomi maksud saya itu pasti akan berpengaruh pada gini rasio. Karena bagaimanapun beban ekonomi rumah tangga akan meningkat,” kata Sairi di gedung BPS, Jakarta, Senin (18/4).

Tak hanya kenaikan tarif listrik, kenaikan harga atau tarif apapun akan langsung berdampak ke masyarakat. Meski begitu, dia tidak dapat memperhitungkan berapa besar pengaruh dari kenaikan tarif akibat pencabutan subsidi tersebut.

“Setiap ada kenaikan tarif seperti listrik beban ekonomi rumah tangga masyarakat rendah akan meningkat dan berefek pada tingkat daya beli yang semakin rendah pula,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menentukan pencabutan subsidi listrik untuk masyarakat mampu. Selain itu, ESDM juga akan memverifikasi data pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik.

“Belum tahu, nantikan prosesnya pada waktu Rapat Terbatas (Ratas) terakhir soal listrik ini kan diminta untuk melakukan verifikasi, verifikasi sudah selesai kemudian kita laporkan nanti keputusan pemerintah bagaimana mau segera atau ditunda jadi tergantung,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di kantornya, Jakarta, Senin (11/4).

Data terakhir, pelanggan listrik yang diverifikasi kategori penerima subsidi mencapai 18 juta pelanggan. Nantinya, dari jumlah itu bakal diketahui jumlah pelanggan yang mendapatkan subsidi listrik atau tergolong tak mampu.

“Itu hasil verifikasi. Jadi, kira-kira berapa juta yang betul-betul dapat subsidi,” kata dia. (mer)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Silaturahmi Perdana Gus Sonny ke PWNU Sumut, KH Marahalim Tekankan Pentingnya Menjaga Harmoni
Andar Amin Harahap Matangkan Agenda Golkar Sumut, Pelantikan hingga Rakerda Jadi Fokus
232 Dapur SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Dorong Pemerataan Layanan Gizi hingga ke Daerah
Rakornis TP PKK Kabupaten Asahan, Perkuat Administrasi & Sinergi Program Demi Kesejahteraan Masyarakat
Integrasi Pembelajaran dan Pertukaran Pengetahuan, FMIPA USU Gelar Sumatra Biosphere Summer Course 2026
Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Pimpin Penggerebekan Sarang Narkoba di Tanjung Morawa, 7 Orang Diamankan
komentar
beritaTerbaru