Rabu, 13 Mei 2026

Menjadi Keynote Speaker di Simposium Internasional "Counter-terrorism, Kapolri Sampaikan Ini

Administrator - Kamis, 27 September 2018 15:03 WIB
Menjadi Keynote Speaker di Simposium Internasional

JAKARTA | SUMUT24.co

Baca Juga:

Bertempat di Kampus II Ubhara Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian Ph D, menjadi Keynote Speaker pada Simposium Internasional “Counter-terrorism Contemporary Strategies and Future Architecture” pada, Kamis (27/9) pagi sekira 09.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Prof Dr Rohan Gunaratna, Head of the International Centre for Political Violence and Terrorism Research (RSIS Singapore), Irjen Pol (P) Dr (c) H Bambang Karsono SH MM, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mr Jared C Kimbell, Resident Legal Advisor US Departemen of Justice, Prof (RIS) Hermawan Sulistyo MA Ph D APU, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mr Nestor Nabe Ph D, College of Criminal Justice Education, University of Mindanao, Mrs Keara Shaw, First Secretary (Political) Embassy of Australia, Irjen Pol Drs Hamidin, Deputi III Bidang Kerjasama Internasional BNPT RI, serta undangan dan peserta seminar sebanyak 585 orang.

Kapolri dalam kegiatan ini didampingi oleh PJU Mabes Polri diantaranya, Wakalemdilat, Karopenmas, dan Karoprovost.

Seminar Internasional tersebut dibuka dengan sambutan dari, Prof Hermawan Sulistyo dan dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Utara Irjen Pol (p) Dr (c) H Bambang Karsono SH MM, dan dilanjutkan oleh Keynote Speech oleh Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan uraian tentang perkembangan terorisme dalam tataran global dan dalam tataran domestik.

Kemudian, Kapolri juga menguraikan strategi yang diterapkan oleh Polri dalam mencegah dan menangani terorisme di Indonesia, yaitu degan strategi hard approach dan soft approach secara simultan dan berkelanjutan.

Hard approach diwujudkan dengan melaksanakan penegakan hukum/law enforcement agency led secara profesional. Tugas tersebut diemban oleh Polri degan didukung oleh aparat intelijen dan TNI.

Lebih lanjut diutarakan Kapolri, sedangkan soft approach diwujudkan dgn menerapkan lima strategi, yaitu deradikalisasi, kontra radikalisasi, kontra ideologi, menetralisir sarana persebaran ideologi radikal, dan menetralisir situasi yang kondusif untuk persebaran ideologi radikal.

Sambung Kapolri, Implementasi kedua pendekatan tersebut dilakukan secara simultan dan berkelanjutan terbukti cukup efektif dalam mencegah dan menangani ancaman terorisme di Indonesia, pungkas Kapolri.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, kemudian tanya jawab diakhiri dengan penyerahan cindera mata, sertifikat serta foto bersama.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hak Jawab: PTAR Tegaskan Pengelolaan Lahan Ramba Joring Dilakukan Sesuai Ketentuan Hukum
Gawat ! Pecatan Tentara Ditangkap Jadi Bandar Narkoba
Soal Pemberitaan Penganiayaan Berujung Maut di Desa Saragih, Irwan Sitanggang SH : Jangan Menggiring Opini yang Tidak Sesuai Fakta
Tegakkan Hukum, Kejari Asahan Eksekusi Terpidana Penipuan dan Penggelapan Tanah yang Berlarut-larut Sejak 2013
Bupati Asahan Resmi Buka Jambore Pramuka Cabang 2026 : Wadah Emas Bentuk Karakter Generasi Muda
Transformasi TNI AD dan AI Jadi Sorotan Seminar Strategis di Seskoad Bandung, ini harapannya*
komentar
beritaTerbaru