GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
JAKARTA | SUMUT24.co
Baca Juga:
Bertempat di Kampus II Ubhara Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian Ph D, menjadi Keynote Speaker pada Simposium Internasional “Counter-terrorism Contemporary Strategies and Future Architecture†pada, Kamis (27/9) pagi sekira 09.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Prof Dr Rohan Gunaratna, Head of the International Centre for Political Violence and Terrorism Research (RSIS Singapore), Irjen Pol (P) Dr (c) H Bambang Karsono SH MM, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mr Jared C Kimbell, Resident Legal Advisor US Departemen of Justice, Prof (RIS) Hermawan Sulistyo MA Ph D APU, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mr Nestor Nabe Ph D, College of Criminal Justice Education, University of Mindanao, Mrs Keara Shaw, First Secretary (Political) Embassy of Australia, Irjen Pol Drs Hamidin, Deputi III Bidang Kerjasama Internasional BNPT RI, serta undangan dan peserta seminar sebanyak 585 orang.
Kapolri dalam kegiatan ini didampingi oleh PJU Mabes Polri diantaranya, Wakalemdilat, Karopenmas, dan Karoprovost.
Seminar Internasional tersebut dibuka dengan sambutan dari, Prof Hermawan Sulistyo dan dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Utara Irjen Pol (p) Dr (c) H Bambang Karsono SH MM, dan dilanjutkan oleh Keynote Speech oleh Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian.
Dalam kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan uraian tentang perkembangan terorisme dalam tataran global dan dalam tataran domestik.
Kemudian, Kapolri juga menguraikan strategi yang diterapkan oleh Polri dalam mencegah dan menangani terorisme di Indonesia, yaitu degan strategi hard approach dan soft approach secara simultan dan berkelanjutan.
Hard approach diwujudkan dengan melaksanakan penegakan hukum/law enforcement agency led secara profesional. Tugas tersebut diemban oleh Polri degan didukung oleh aparat intelijen dan TNI.
Lebih lanjut diutarakan Kapolri, sedangkan soft approach diwujudkan dgn menerapkan lima strategi, yaitu deradikalisasi, kontra radikalisasi, kontra ideologi, menetralisir sarana persebaran ideologi radikal, dan menetralisir situasi yang kondusif untuk persebaran ideologi radikal.
Sambung Kapolri, Implementasi kedua pendekatan tersebut dilakukan secara simultan dan berkelanjutan terbukti cukup efektif dalam mencegah dan menangani ancaman terorisme di Indonesia, pungkas Kapolri.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, kemudian tanya jawab diakhiri dengan penyerahan cindera mata, sertifikat serta foto bersama.(red)
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro&039 wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
kota
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
kota
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
kota
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
kota