Rabu, 19 Agustus 2026

Anggota Komisi IX DPR Jadi Tersangka Penipuan

Administrator - Jumat, 28 Oktober 2016 08:34 WIB
Anggota Komisi IX DPR Jadi Tersangka Penipuan

Jakarta | SUMUT24

Baca Juga:

Polda Metro Jaya menetapkan anggota Komisi IX DPR RI Indra P Simatupang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan senilai Rp 200 miliar.

“Penyidik tengah memeriksa Indra Simatupang sebagai tersangka dugaan penipuan,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, di Jakarta, Kamis (27/10).

Hendy mengatakan, penyidik telah mengantongi izin Presiden Joko Widodo untuk memeriksa anggota DPR RI ini pada 28 Juni 2016.

Dia mengungkapkan, pengusaha Louis Gunawan Khoe dan Yacub Tanoyo melalui pengacara Edy Winjata melaporkan Indra ke Polda Metro Jaya dalam dugaan tindak pidana Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penipuan dan turut serta penipuan pada 15 Februari 2016.

Selain Indra, polisi juga telah menetapkan tersangka terhadap ayah dan staf Indra usai gelar perkara yang dihadiri Divisi Propam, Divisi Hukum dan Itwasum Polri pada 13 Juni 2016.

Ayah Indra, Muwardy P Simatupang, adalah mantan Deputi Kementerian BUMN pada 2004, sedangkan staf Indra bernama Suyoko.

Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa 10 saksi dan seorang ahli hukum pidana, serta menyita barang bukti lainnya sebelum menetapkan Indra sebagai tersangka dalam kasus ini. (int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Melampaui Sekat Negara-Bangsa: Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
Momen Kebangsaan: Jokowi, Prabowo dan Gibran dalam Satu Bingkai
Sentuhan Profesional Dimensi Cakrawala Indonesia Semarakkan Gebyar HUT ke-81 RI Bersama POR-TGM Medan
HUT RI ke-81, Pemkab Solok Gelar Beragam Lomba Antar-OPD
komentar
beritaTerbaru