Melampaui Sekat Negara-Bangsa: Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
Melampaui Sekat NegaraBangsa Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
kota
Lombok | SUMUT24
Baca Juga:
Berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan, kebanyakan bank pembangunan daerah memiliki tingkat efisiensi yang rendah. Hal ini, menurut anggota VI BPK, Bahrullah Akbar, berimbas pada tidak optimalnya kinerja keuangan mereka.
Saat ini, dari 26 BPD yang ada, hanya sebelas di antaranya yang dikategorikan efisien. “Menurut temuan kami, memang belum efisien, masih banyak persoalan,” kata Bahrullah setelah menghadiri acara seminar internasional efisiensi dan stabilitas keuangan daerah di Lombok, Senin (22/8).
Menurut Bahrullah, kondisi itu terlihat setelah BPK melakukan pendalaman berdasarkan dua indikator utama, yaitu best management practices dan envelopment data analysis. “Karena tidak efisien, jadi output-nya selalu di bawah target.”
Bahrullah menuturkan ada beberapa solusi yang bisa dilakukan BPD. Salah satunya dengan mencari sumber alternatif pendanaan di luar pemerintah. “Misalnya memanfaatkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Di sana ada Rp 250 triliun,” ucapnya. Menurut Bahrullah, selama ini, dana BPJS Ketenagakerjaan hanya diarahkan untuk obligasi pemerintah. Jika BPD bisa menarik dana tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah bisa ikut terkatrol.
Ditemui di tempat yang sama, komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Firdaus Djaelani, mengatakan tren perkembangan BPD selama lima tahun terakhir cenderung menurun. Hal ini tercermin dari menurunnya total aset dan dana pihak ketiga. Sedangkan kredit mengalami pertumbuhan tapi terbatas.
“Porsi kredit di sektor produktif masih cukup minim, hanya 29,35 persen,” ujar Firdaus. Kredit BPD, menurut dia, masih berfokus pada bidang konsumtif, terutama untuk pegawai negeri sipil. Di sisi lain, ketergantungan pada dana pemerintah daerah juga masih cukup tinggi. Berdasarkan data OJK, hingga Juni 2016, ujar Firdaus, dana BPD yang berasal dari pemerintah daerah mencapai 43,71 persen. (int)
Melampaui Sekat NegaraBangsa Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
kota
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
News
Momen Kebangsaan Jokowi, Prabowo dan Gibran dalam Satu Bingkai
News
Medan sumut24.co Kemeriahan dan gelak tawa mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggara
kota
HUT RI ke81, Pemkab Solok Gelar Beragam Lomba AntarOPD
kota
Resmi Peroleh SKT di Kesbangpol Sumut, Ketua DPW FP NTT Kami Siap Berkolaborasi
News
Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT
kota
Wayang &ldquoAbiyasa Madeg Brahmana&rdquo Tandai Purna Tugas Prof. Dr. Lasiyo di Fakultas Filsafat UGM
kota
Spanduk &ldquoIrsyadi dan KroniKroninya Kuasai Pemerintah Aceh&rdquo Muncul di Simpang Surabaya
News