Kamis, 14 Mei 2026

CEO Tamasia Sebut Pengusaan Bahasa Asing Mutlak Hukumnya Dalam Dunia Kerja

Administrator - Minggu, 30 Mei 2021 01:08 WIB
CEO Tamasia Sebut Pengusaan Bahasa Asing Mutlak Hukumnya Dalam Dunia Kerja

Baca Juga:

JAKARTA I Sumut24.co

Penguasaan bahasa asing, menurut CEO Tamasia, Muhammad Asaad, saat ini begitu penting lantaran persaingan dunia kerja semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal tersebut lamarannya saat menjadi pembicara dalam acara “Bahasa Pentingnya Untuk Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA, Sabtu, (29/5).

“Sekarang ini pengusaaan bahasa mutlak hukumnya atau sudah kewajiban bagi setiap orang. Apalagi saat ini persaingan kerja sangat keras,” ujarnya.

Lebih lanjut menjelaskan, penguasaan bahasa, terutama bahasa Inggris dan Mandarin menjadi nilai plus bagi seseorang dalam meningkatkan kariernya dalam suatu perusahaan.

“Kemampuan berbahasa menjadi nilai lebih, sehingga peluang berkarier lebih terbuka. Kalau saat ini ada dua bahasa yang wajib dikuasai yaitu Inggris dan Mandarin,” tambahnya.

Tidak hanya itu, penguasaan bahasa juga menjadi peluang bagi yang ingin melanjutkan studi ke keluar negeri. Karena ada banyak orang yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri namun penguasaan bahasa sangat minim.

“Yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri pasti diperlukan keterampilan berbahasa. Contohnya saya yang pernah mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Toefl harus tinggi pastinya,” katanya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
JPU Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Barat
DPR RI Terima PB PGRI, Bahas Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia
Nurul Arifin Tekankan Perlindungan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
komentar
beritaTerbaru