Lindungi Tanaman Aren, Komunitas Aren Indonesia dan GNPPA Lakukan Seminar Dan Temu Nasional

Medan | Sumut24
Aren merupakan tanaman istimewa, semua unsur dari tanaman ini bisa dimanfaatkan dengan baik mulai dari akar hingga ujung daun. Akar aren sendiri, sangat baik mengikat struktur tanah walaupun aren tergolong tanaman palma dan memiliki akar serabut.

Sebab akarnya sangat kuat. {ada zaman dahulu, akarnya digunakan sebagai tali alat musik petik tradisi bernama “Kulcapi” di Karo dan “Hasapi” di Batak, alat musik ini mirip gitar mini dan bertali senar dua.

Sementara batang aren beserta akarnya baik menyimpan dan menahan air, dan sangat baik untuk daerah resapan air. Oleh karena sifat itu, maka batang aren akan membuat daerah sekitarnya menjadi sejuk dan basah, sehingga membuat tumbuhan sekitarnya menjadi lebih subur serta hewan hewan juga dapat bersimbiosis dengan Aren, karena itulah aren dikatakan sebagai tanaman konservasi.

Benson Kaban, Ketua Panitia acara seminar dan temu nasional penanaman aren mengatakan, akar aren berfungsi baik untuk pencernaan dan penambah stamina, batang aren berfungsi untuk kebutuhan mebel berkelas, kayunya sangat keras dan berkualitas tinggi, isi batangnya merupakan unsur sagu yang baik untuk dikonsumsi.

Sedangkan batangnya dilingkari ijuk yang tumbuh lebat, sehingga dapat dijadikan filter penjernihan air, dasar lapangan bola termasuk landasan lapangan udara yang gunanya dijadikan sebagai alat peresapan air dan penahan banjir. Selain itu ijuk juga berfungsi sebagai sarana penunjang industri kreatif seperti pembuatan sapu, atap rumah kreasi dan kerajinan tangan lainnya. Bahkan diluar negeri sendiri, ijuk sudah diolah menjadi bahan baku Jok Mobil berkelas.

“|Begitu juga dengan pelepah pohon aren, sangat baik untuk diolah menjadi makanan ternak. Sedangkan batang daunnya, berguna untuk lidi, seperti sapu lidi dan sebagainya,”kata Benson di Medan, Selasa (31/5).

Pohon Aren yang baik jika disadap akan menghasilkan air yang mengandung kadar gula yang berciri khas manis dan segar dengan sebutan Nira. Air nira Jika difermentasi akan menjadi minuman beralkohol yang disebut Tuak. Selanjutnya jika dimasak dengan peroses pengapian, bisa menjadi Gula Aren dan Gula Semut “brown sugar”.

Dalam perkembangan zaman, air nira bisa diolah menjadi Aklohol murni dan Bio Ethanol sebagai bakan baku energi. Sementar dari sisi lain, kondisi kehidupan petani arendari tahun ketahun, tetap sulit dan mayoritas hidupnya selalu dibawah garis kemiskinan. Padahal dua batang aren saja, sudah bisa mampu menghidupi satu keluarga dan mensekolahkan anak minimal sampai pendidikan dasar 12 tahun.

“Situasi inilah menjadi titik temu dan muara bagi anak-anak muda yang tergabung dalam Forum Bumi Hijau (FBH) dengan membentuk sebuah wadah atas nama Gerakan Nasional Pecinta Pohon Aren (GNPPA) untuk mempromosikan tentang aren melalui wadah Komunitas Aren Indonesia yang terbentuk lewat Media Sosial (WA & FB) dengan perumusan Temu Nasional Komunitas Aren Indonesia (TN KAI) di Desa Buluh Awar, Sibolangit pada 3-5 Juni 2016 mendatang. Dan TN-KAI akan dihadiri peserta berasal dari 28 Provinsi di Tanah Air dipadukan dengan peseta lokal,”ujarnya.

Selanjutnya, Forum Bumi Hijau menggandeng USU melalui Paska Sarjana fakultas Pertanian USU untuk menjadi tuan Rumah Seminar Nasional ttg Aren, yang langsung dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP sebagai ketua Panitianya. Acara seminar tersebut diselenggraman pada tanggal 2 Juni 2016 pkl. 09.00 sd 14.00 WIB di Biro Rektor USU ruang IMT-GT lt. 2.

Untuk menggelorakan dua mata acara tersebut, Forum bumi Hijau jauh hari sudah melaksankan gerakan penanaman Pohon aren, mengkampanyekan aren sebagai tanaman konservasi dan mampu mengamankan ancaman longsor mulai dari 22 Juni 2016 (Hari Bumi) hingga pada hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2016, yang puncak acara kegiatan penanaman pohon diselengakan pada 2 Juni 2016 di Sibolangit. dengan menghadirkan penjabat kementerian Lingkungan Hidup antara lain: Kelik Wirawan Widodo (Tenaga Alhi Menteri), Djoko Widarjo (Tenaga Ahli Menteri) dan Dr. Dwi Suharto (kepala Puslitbang KLH).

“Pembukaan gerakan penanaman 10.000 pohon sudah dibuka langsung oleh Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, MH, didampingi oleh Kepala BP DAS, Dr. Ahmad Sofyan, Prof. Abdul Rauf, Prof. Dharma Bhakti dan Jaman Ginting di loaksi Arboretum kampus USU Kuala Berkala,”katanya.

Gerakan penanaman pohon aren sudah dimulai dengan samangat gerakan menanam 10.000 pohon Aren untuk 2 jalur, yakni jalur Medan-Takengon via Kabanjahe 425 KM dan jalur Tiga Ras-Parapat 31 KM. Paska acara Forum Bumi Hijau ini, akan meluncurkan program nasional, Gerakan Nasional Penanan Aren, dalam setahun kedepan optimis, akan menanam 1 juta pohon aren diseluruh penjuru negeri.

Proyek awal, akan ditanam aren sekeliling jalan lingkar danau toba, Program Tiga Ras Parapat menjadi Tiga Ras-Parapat, Parapat-Balige, Balige-Dolok Sanggul, Dolok sanggul-Sidikalang via Tele-Sidikalang-Merek & Merek-Tiga Ras via Tiga Runggu. Tahap berikutnya dari jalan lintasan luar ketitik tepi danau, seperti Seribu dolok-Haranggaol.
Tiga rangkaian kegiatan tersebut dikoordinir oleh Kepanitiaan yang dipimpin oleh Benson Kaban, S. Sos, dengan tim Jeki F. Purba, S.Ip ( Koordinator penanaman Pohon Aren), Abdul Halim, S.Ip (koordinator TN KAI) dan Edi Jems Sitepu (koordinator kepesertaan lokal TN KAI) serta dijalankan oleh ratusan tenaga relawan Forum Bumi Hijau. (W04)