MEDAN I SUMUT24.co
Air adalah bagian dari HAM dan PDAM Tirtanadi selama ini boleh disebut kurang faham tentang hal itu.
Baca Juga:
Pelayanannya selalu buruk, karyawan banyak, dan tidak ada tanda2 mereka memiliki keinginan untuk siuman dari kultur corporate yang amat buruk itu. Sebaiknya PDAM Tirtanadi Sumut diberikan saja dalam hal pengelolaannya kepada Pemko Medan, ucap Pemerhati Sosial dan Politik UMSI Shohibul Anshor Siregar kepada Wartawan, Selasa (22/9). Menurutnya, Kultur corporate PDAM yang amat buruk dijaga terus oleh birokrat-birokrat malas dan berfikir simplistis yang berkepentingan untuk mensubordinasikan BUMD itu untuk interest lain sehingga tak memiliki wajah corporate dan interpreneuer yang bergairah.
Mungkin semua BUMD di seluruh Indonesia seperti itu, mengukuti kultur BUMN yang memang sama seperti Pertamina, Pelindo dan lain sebagainya.
Sebetulnya BUMD itu dari satu segi memiliki fungsi sebagai triger ekonomi juga sehingga ia perlu memikirkan keuntungan untuk menambah PAD. PAD Sumut itu kecil dan primadonanya adalah kenderaan bermotor.
Tetapi hal itu terlalu jauh untuk diharapkan kepada PDAM Tirtanadi. Tak ricuh dan tak merugikan keuangan daerah saja sudah syukur.
Jika dilihat sejarah PDAM Tirtanadi itu mungkin baiknya diserahkan kepada Pemko Medan saja. Wilayah operasionalnya kota Medan, pasarnya penduduk Medan. Saya tak tahu mengapa tak diserahkan sana ke Pemko Medan.
Jika diserahkan ke Pemko Medan, Pemprovsu bisa berfikir yang lain, yang berskala lebih besar. Yakni merealisasikan kedaulatan air di seluruh wilayah Sumatera Utara.Bangkitlah kalian. Siuman.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News