All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
MEDAN I SUMUT24.co Saat ini masyarakat masih dirudung covi19 yang tak tahu sampai kapan usainya. Ditambah lagi demokrasi terkendali, saluran demokrasi yang sebenarnya tersumbat sehingga kehidupan rakyat semakin prustasi, Ungkap Pengamat Sosial Budaya Syahrir Nasution kepada Wartawan, Rabu (5/8). Menurutnya, dengan berbagai persoalan tersebut Ujug- ujug nya akan bermuara ke DEMOKRASI TERPIMPIN seperti dulu pernah masa pasca kemerdekaan sewaktu Sukarno menjabat Presiden, walaupun akhirnya kembali kepada semula dengan dikeluarkannya “ Dekrit Presidenâ€, ucapnya.
Baca Juga:
- All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
- PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELINDO, BELITU
- 2.000 Hafiz-Hafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
Menurut Wakil Ketua HIKMA Sumut ini, Kini tampaknya Rezim ini ingin menempuh kearah itu lagi dengan cara-cara pemaksaan kehendak dari oknum2 sekelompok Parpol dan orang-orang yang munafikun sejati. Justru itu lahirnya KAMI ( Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia), tidak bisa lagi ditunda-tunda saatnya sekarang rakyat masih ada “ nafas†nya untuk “ BANGKIT†agar dapat Move On . Timingnya sudah tepat untuk mengorganisir rakyat yang sudah semakin “ STRESS “ dalam mengharungi kehidupan ini dan Ketidak hadirannya negara menyikapi kondisi hari ini.
Diharapkan di daerah-daerah juga segera membangun Koalisi-koalisi seperti KAMI ini yang satu Visi dengan perjuangan segenap anak bangsa. Apalagi kata Syahrir, Dasar lahirnya KAMI ini cukup jelas, atas keprihatinan nasib bangsa yang semakin hari semakin terpuruk.
Sementara Penguasa yang bersifat Oligharkhie ini, lebih memikirkan para Coorporasi dan para Koruptor, sedangkan nasib rakyat semakin terabaikan. Tanpa adanya UU Corona, UU MINERBA & RUU Omnibus Law pun KEHIDUPAN RAKYAT SUDAH SANGAT BERAT, bahkan mendekati kepada ambruknya kehidupan keluarga ke “ TITIK NADIRâ€. Belum lagi Hukum cenderung kepada oknum-oknum yang merampok uang rakyat yan tidak tersentuh oleh Hukum tersebut (Un Touchable). Ditambah lagi praktek Politik menganut azas “ DEMOKRASI TERKENDALIâ€,semua serba dikontroll melalui UU dan Aparat. Sementara PEMERINTAH REZIM ini dan partai Pendukungnya masih “ kekeh†dalam pendiriannya yang tidak perduli keterpurukan rakyat ini sudah didepan mata kita semakin hancur secara massive dan gradual. Untuk itu lahirnya KAMI ini jangan anggap secara “ APPRIORI†dan macam-macam Persepsi. Mungkin rakyat lapisan kelas bawah tidak begitu faham keadaan Hutang Negara hari ini yang sudah berkisar 7.000. Triliun, dimana di khawatirkan Pemerintah kini tak akan mampu untuk membayarnya sehingga tanah air ini terancam tergadaikan, ungkapnya. Pertanyaannya? Siapa yan akan membayar nya? Tentu anak dan cucu-cuucu bangsa ini kelak menanggung lkannya, bila tidak rakyat Indonesia akan kembali Terjajah dan tergadai akibat dari perbuatan Rezim hari ini.(red)
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELIN
kota
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.S
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan per
News
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik