Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bakal mengusung Bobby Afif Nasution dalam Pilkada Kota Medan 2020, dan menyuruh keluar petahana Kader Militan PDI Perjuangan Akhyar Nasution dari Partai yang dibesut Megawati tersebut. Dengan begitu, itu artinya adalah harga yang cukup mahal yang mesti dibayar oleh PDIP karena memilih jalan politik dinasti, Tegas Pemerhati Sosial Politik Sumatera Utara Shohibul Anshor Siregar kepada Wartawan, Sabtu (25/7). Menurutnya, Bobby Nasution beroleh prioritas hingga mengorbankan petahana Akhyar Nasution. Tentu pastilah sangat berat bagi Akhyar Nasution yang dibesarkan dan sekaligus ikut membesarkan PDIP sehingga pindah partai karena tak diberi tempat dan kesempatan untuk mendapatkan haknya sebagai kader.
Ini tidak berhenti sampai si situ. Karena di internal PDIP tentu saja ada gejolak pro dan kontra. Bisa saja langkah Akhyar Nasution akan didukung oleh kader di grassroot, dalam arti berpartisipasi penuh memenangkannya meski tak ikut pindah partai.
Lebihlanjut Direktur NBasis itu, Duka Akhyar juga akan diterjemahkan penuh empati oleh halayak yang serta merta mengundang dukungan karena Akhyar dikorbankan.
Kita tahu 2 pilpres terakhir tak pernah memenangi Jokowi di Medan. Ada potensi keterusan dalam arti Bobby dianggap sebagai personifikasi Jokowi. Ini urusan pelik yang dihadapi PDIP dan Bobby Nasution serta tak terkecuali Jokowi, ungkapnya.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News