2.000 Hafiz-Hafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
Medan I Sumut24.co Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kota Medan Hj Nurul Khairani Akhyar mengaku siap mendukung Dokter Keluarga Sumatera Utara dalam melaksanakan program kerjanya terkait dengan penanganan virus Corona khususnya ditingkat keluarga. Dukungan ini disampaikan Nurul saat menghadiri Sosialisasi Pemberdayaan Dokter Keluraga di Posko Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, Senin (29/5) siang.
Baca Juga:
- 2.000 Hafiz-Hafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
- Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola Kemerdekaan ke-81, Perebutkan Piala Dandim 0208/Asahan Jadi Simbol Persatuan Lewat Olahraga
- Pemkab Asahan Tambah Titik Layanan Kependudukan, Warga Aek Kuasan Tak Perlu Lagi Jauh ke Kisaran
Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang 2,5 jam melalui video conference ini dibahas mengenai mekanisme gerakan dokter keluarga guna memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan keluarga. Nantinya peran dokter keluarga adalah untuk melengkapi layanan yang belum terjamah instansi lain dalam penanganan wabah virus Corona (Covid-19) di Kota Medan
Nurul, usai menghadiri pertemuan tersebut, mengatakan TP PKK Kota Medan akan bersiap mendukung program Dokter Kelurga tersebut untuk memberikan pelayanan kepada komunitas tertentu dalam hal ini pada warga yang terindikasi komorbid (diabetes, hipertensi dan PJK) tuberkulosis, lansia dan anak guna menguatkan pemahaman keluarga untuk selalu melindungi diri dan anggota keluarganya dari wabah virus Corona ini.
“Saya dan TP PKK Kota Medan siap mendukung dan menjalankan arahan dari Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ibu, Nawal Lubis mengenai keterlibatan PKK Kabupaten/Kota Se Sumut untuk menyukseskan program Dokter Keluarga guna melindungi anggota keluarga khususnya terindikasi komorbid, tuberkulosis, lansia dan anak dari wabah virus Corona. Karena kelompok ini sangat rentan terinfeksi. Dengan adanya program ini saya berharap hingga tingkat keluarga dapat diedukasi,” ujar Nurul.
Nurul juga mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas dan dokter keluarga melalui jaringan online dan transfer ilmu pengetahuan khususnya mengenai penanganan Covid pada komunitas tersebut. “Nantinya TP PKK akan melaksanakan beberapa kegiatan terkait dengan program ini diantaranya memberikan pemahaman dan memonitoring mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), physical distancing terutama pada kelompok komorbid, tuberkulosis, lansia dan anak hingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang diharapkan,” kata Nurul.
Selain itu, Nurul juga menjelaskan, TP PKK juga sebagai kolaborator kunci dalam pendataan profil keluarga. “Kita (TP PKK Kota Medan) akan menginisiasi tersedianya profil keluarga (genogram) dan fungsi keluarga terutama pada kelompok komorbid, tuberkulosis, lansia dan anak. Selanjutnya, TP PKK juga menjadi kolaborator kunci dalam memonitoring kepatuhan perilaku PHBS dan physical distancing terhadap keluarga selama isolasi mandiri di keluarga bagi Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum terkonfirmasi sampai mereka bebas dari Covid pada kelompok komorbid, pasien yang terkonfirmasi Covid 19 tanpa gejala maupun gejala ringan,pasien yang telah selesai melakukan perawatan di rumah sakit namun masih memerlukan isolasi lebih lanjut dan rehabilitasi berbasis komunitas, serta pasien yang tidak tergolongkan (bukan OTG, ODP dan PDP) namun termasuk dalam komorbid, tuberkolosis, lansia dan anak,” papar Nurul lebih detail.
Sebelumnya, Isti Fujiati selaku Ketua Ikatan Dokter Keluarga Provinsi Sumatera Utara menjelaskan, dokter keluarga akan berperan melakukan pelayanan kesehatan, dokter konselor, pembuat keputusan, manajer, pemimpin komunitas dan fasilitator dalam rangka menurunkan resiko covid-19 untuk kelompok diabetes dan hipertensi, tuberkulosis, ibu hamil, ibu menyusui, anak dan lansia. Selain itu juga melakukan edukasi secara online.
“Untuk menjalankan peran tersebut maka para peserta melakukan fungsi sebagai pelengkap pelayanan puskesma dalam hal ini melakukan penilaian resiko individu pada kelompok komorbid ( diabetes, hipertensi, PJK ), tuberkulosis, lansia dan anak berbasis wilayah,” ungkap Isti.
Selanjutnya, Dokter Keluarga nanti juga melakukan penilaian risiko keluarga baik langsung maupun tidak langsung terhadap pasien terkonfirmasi Covid 19. “Hal ini dilakukan juga berbasis wilayah. Selain itu, dokter keluarga juga melakukan penilaian keluarga, penilaian fungsi keluarga, menjadi fasilitator dokter peserta internsip. Dokter keluarga juga memberikan pelayanan kedokteran dan pengawasan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum terkonfirmasi sampai mereka bebas dari Covid pada kelompok komorbid,” jelas Isti lagi.
Selain memberikan pelayanan dan pengawasan kepada OTG, ODP, dan PDP yang belum terkonfirmasi, sambung Isti, Dokter Keluarga juga akan melakukan pelayanan kepada pasien yang terkonfirmasi Covid 19 tanpa gejala maupun gejala ringan. “Juga pasien yang telah selesai melakukan perawatan di rumah sakit namun masih memerlukan isolasi lebih lanjut dan rehabilitasi berbasis komunitas, serta pasien yang tidak tergolongkan (bukan OTG, ODP dan PDP) namun termasuk dalam komorbid, tuberkolosis, lansia dan anak,” papar Isti.
Untuk itu, Isti dalam kesempatan ini juga meminta dukungan dari TP PKK seluruh kabupaten/kota seluruh Sumatera Utara sebagai salah satu instansi yang memiliki peran dalam program dokter keluarga ini. “Saya berharap dukungan penuh dari TP PKK selaku salah satu kolaborator kunci pelaksanaan program ini. Kami siap melakukan edukasi kepada kader baik langsung maupun melalui online,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provsu Ny. Nawal Lubis Edy Rahmayadi memerintahkan kepada seluruh Ketua TP PKK se Provsu agar mendukung program dokter keluarga guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Saya meminta kepada seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se Sumut untuk dapat mengaktifkan kembali dasawisma melalui komunikasi elektronik serta mensinergikan program kerja PKK dengan Puskesmas dan Dokter Keluarga agar seluruh keluarga terutama komunitas komorbid, tuberkulosis, lansia dan anak dapat terhindar dari covid-19,” ucapnya.(R02)
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.S
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan per
News
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik
Tim Sembilan Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Terkait Tiga Perkara TPPU Tersangka FA, Enam Mangkir
kota
Kejati Kalbar Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau
kota