Selasa, 26 Mei 2026

Akhyar Kunjungi Medan Zoo untuk Melihat ‘Neneng’ Mati

Administrator - Minggu, 26 Januari 2020 13:55 WIB
Akhyar Kunjungi Medan Zoo untuk Melihat ‘Neneng’ Mati

 

Baca Juga:

Medan|SUMUT24 Gajah betina bernama Neneng memiliki berat 3 ton, mati di Medan Zoo, pada Sabtu (25/1) pukul 10.30 WIB. Neneng yang sudah 55 tahun, mengalami sakit sejak Selasa (21/1).

Plt Wali Kota Medan, Akhyat Nasution, yang mengetahui kabar gajah betina mati, ia langsung ke Medan Zoo di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.

Akhyar mengatakan, gajah betina ini telah dirawat Medan Zoo sejak berusia 20-an tahun.

“Sebelum mati, Neneng sakit sejak Selasa kemarin. Awalnya tidak mau makan, hingga Rabu (22/1) dipantau oleh drh Sucitrawan. Akhirnya, pada hari Rabu mulai diambil tindakan dengan memberikan infus glukosa dan Ringer laktat,” kata Akhyar saat melihat Neneng.

“Tindakan yang dilakukan ini sebagai observasi awal dari tim medis, dan akhirnya setelah menghabis 57 botol infus, pukul 10.30 pada Sabtu (25/1), Nenang mati,” sambung.

Drh Sucitrawan menyampaikan, dugaan sementara mati karena usia sudah tua, biasanya usia gajah mencapai 60 tahun. Tapi, untuk mengetahui lebih penyebab kematian, tim medis bersama BKSDA sedang melakukan outopsi, kemudian membawa hasil aoutopsi untuk dicek di laboratorium.

Ia menyebutkan, gajah betina ini ada di kebun binatang sudah cukup lama, lebih dari 20 tahun. Selanjutnya, saat pindah dari kebun binatang di Jalan Brigjen Katamso ke Simalingkar B, gajah ini masih terus sehat.

“Saya mulai melihat dan memantau perkembangannya sejak tahun 2008. Sejak itulah saya tak pernah melihat Neneng sakit parah, hanya diare biasa. Hari ini dia sudah mati, dan tim kami sedang mencari tahu penyebab kematiannya,” ujarnya.

Koleksi Gajah di Medan Zoo Tersisa Satu Ekor. Direktur Perusahan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairi mengatakan, sebelum mati, gajah bernama Neneng ini nafsu makannya berkurang sejak sepekan terakhir.

“4 Hari lalu sudah berkurang nafsu makannya. Dia mulai memilih makanan. Bahkan 2 hari terakhir mulutnya sudah tertutup,” kata Putrama, Sabtu (25/1).

Melihat kondisi Neneng yang menutup mulut, pengelola kebun binatang bersama dengan dokter hewan kemudian mengambil langkah memberikan infus.

“Karena 2 hari terakhir mulutnya nutup terus, kita kemudian memberikan infus yang dicampur dengan vitamin dan antibiotik,” ucap Putrama.

Putrama mengungkapkan, makanannya sangat berlimpah. Dibandingkan hewan koleksi yang lain, gajah dinilai memiliki makanan yang berlimpah.

“Kalau hewan lain dikurung, hanya diberikan makanan sesuai standar dari dokter hewan. Kalau gajah, selain dapat makanan standar, juga mendapat makanan dari lokasi di tempatkan. Jadi lebih dari cukup,” ungkapnya.

Pasca kematian Gajah Neneng, Putrama menjelaskan, saat ini koleksi gajah di Medan Zoo hanya tersisa satu ekor. Gajah yang tersisa itu masih aktif, namun sudah berusia 50 tahun.

“Kedepan kita akan ajukan permintaan gajah kepada BBKSDA. Kita minta sepasang, dan segera kita surati,” jelasnya.(R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ketua TP PKK Kota menerima audiensi DPC PWKI Kota Pematangsiantar
Pemko menggelar upacara Peringatan Harkitnas ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Adam Malik
Duka Mendalam Menyelimuti Jajaran Pemerintah Kabupaten Solok.
Pemkab Solok Siapkan Bantuan Bedah Rumah bagi Penderita TBC Desil 1–4
QURBAN DAN EKONOMI SYARIAH YANG MEMBUMI
Indeks Reformasi Birokrasi Kota Pematangsiantar Meningkat, dari 64,17 ke 71,71
komentar
beritaTerbaru