Minggu, 04 Oktober 2026

Pentingnya Kampung KB dalam Mendorong Masyarakat Mandiri

Administrator - Sabtu, 28 September 2019 13:17 WIB
Pentingnya Kampung KB dalam Mendorong Masyarakat Mandiri

MEDAN I SUMUT24. CO

Baca Juga:

Pada dasarnya ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat. Dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam pertemuannya dengan insan media, Jumat (27/9), Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega menyampaikan ada ‘3 zero’ yang akan menjadi target. Pertama, zero kematian ibu hamil dan melahirkan. Kedua, zero unmet-need keluarga berencana dan ketiga, zero kekerasan terhadap perempuan. Unmet Need KB adalah wanita kawin yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan kehamilan tetapi tidak menggunakan alat/cara kontrasepsi.

“Sejak dicanangkannya secara nasional kampung KB tahun 2016 lalu. Hingga saat ini, Sumatera Utara (Sumut) telah memiliki 841 kampung KB,” kata Temazaro Zega didampingi Humas Ary Himawan. Dengan 3 indikator itu, lanjut Zega, mendorong masyarakat di kampung KB untuk mandiri dan sejahtera. Tidak ada lagi ibu-ibu yang tidak mendapatkan pelayanan KB dengan maksimal.

Selain itu, Zega mengatakan, BKKBN Sumut terus berupaya menaikkan peserta KB dengan melakukan penyuluhan, penyiapan fasilitas pelayanan dilengkapi dengan alat kontrasepsi. Juga mendorong dokter, bidan agar tersertifikasi kompetensinya.Juga membina dan memberikan target kepada PLKB untuk kontrak kinerja yang harus dicapai.

“Juga kita melakukan kerjasama dengan media denga harapan ikut berperan menurunkan Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total. Yang penting peran Pemda sebagai eksekutor, kita melakukan kordinasi dengan dinas kab/kota untuk pelayanan di daerah. Tingkat Fertilitas di Sumut 2,9 masih tinggi jauh dibawah angka nasional yaitu 2,4 dan yang ingin dicapai 2,1,” ujar Zega.

Zega juga menerangkan sasaran program bidang kependudukan dan KB RPJMN 2015-2019 yaitu menurunnya TFR, meningkatnya CPR (Contraceptive Prevalence Rate) adalah persentase perempuan usia reproduktif yang menggunakan (atau yang pasangannya menggunakan) suatu metode kontrasepsi pada suatu waktu tertentu. Menurunkan Unmet-need, meningkatnya peserta KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan menurunnya tingkat putus pakai KB.

Sementara, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut Yusrizal Batubara menyampaikan dengan media, masyarakat tau apa yang dikerjakan BKKBN dan memahami tentang pentingnya program keluarga berencana (KB). “Kita ada momentum kegiatan IBI KB Kes, TNI KB Kes dan PKK KB Kes dan tiap momentum adanya pelayanaN KB. Juga melalui mobil unit pelayanan,” kata Yusrizal. (rel/R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hery Subiansauri: TNI Kuat Bersama Rakyat
Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
Andar Amin Harahap Apresiasi Kapolri Baru, Siap Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Negara
Ucapan Selamat Dr. H. Hery Subiansauri atas Amanah Baru Irjen Pol. Arman Achdiat
Jual Narkoba di Pinggir Rel Pria Paruh Baya Diciduk Satresnarkoba Polrestabes Medan
Kabinet yang Gemuk!!!
komentar
beritaTerbaru
Kabinet yang Gemuk!!!

Kabinet yang Gemuk!!!

OPINI Ada satu istilah yang pernah begitu melekat pada sosok Prabowo Subianto gemoy. Sebuah citra yang menggambarkan sisi santai, humor

Umum