Baca Juga:
KABANJAHE|SUMUT24
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, menerima hibah berupa 30 ekor kambing dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian melalui Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih.
Hibah ini, diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Karo Ir Matehsa K Purba.
Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, mengaku nantinya kambing-kambing tersebut akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani yang tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karo.
Dirinya mengatakan, kambing-kambing tersebut nantinya akan dikembangkan oleh para Poktan.
“Kita berharap dengan adanya bantuan pejantan unggul ini, seluruh hewan ternak di Kabupaten Karo dapat berkembang semakin baik. Nantinya kambing-kambing ini akan disebarkan ke seluruh kelompok tani di setiap kecamatan, setelah setahun nanti mungkin mereka sebar ke masyarakat lainnya yang punya kambing juga. Jadi penyebaran kambing unggulnya merata,” ujar Cory, di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (26/8).
Dirinya menyebutkan, dengan adanya bantuan ini seperti membawa Kabupaten Karo seperti pada tahun 1970-1980’an.
Di mana, seluruh petani juga memiliki hewan ternak yang keduanya saling berkaitan.
Ia mengatakan, pemberian bantuan kambing ini dirasa cocok dengan keadaan saat ini. Karena proses pengembang biakannya lebih cepat dari pada memelihara sapi.
“Kambing inikan cepat berkembangnya, memberi makannya juga gampang, dan biayanya lebih murah. Dengan memelihara kambing juga perputarannya dapat cepat dirasakan oleh masyarakat, karena setelah cepat berkembang dapat segera dijual. Susunya juga dapat dikonsumsi oleh keluarga, dan bisa juga dijual,” katanya.
Cory mengatakan, pejantan sumbangan dari kementerian itu nantinya diharapkan dapat berkembang di tangan petani.
Dirinya menegaskan, kambing-kambing tersebut tidak boleh disalahgunakan seperti dipotong dan dijual.
Ia mengaku, nantinya mereka melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, akan melakukan pemantauan perkembangan kambing di petani. Sehingga, apa yang diharapkan dapat direalisasikan.
“Nanti pasti dikontrol oleh Dinas Pertanian, supaya tidak ada kambing yang disalahgunakan,” pungkasnya. (Red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News