MEDAN | SUMUT24
Proyek Nasional Dirjen Bina Marga untuk pelebaran jalan delapan meter kiri kanan di jalan Cemara Medan, meresahkan masyarakat. Akses jalan masyarakat menuju rumah, diputus tanpa ada pemberitahuan.
Baca Juga:
Salah seorang Warga yang menjadi korban akibat akses jalan diputus Ferdinan Ghodang kepada Wartawan, Selasa (5/4/) mengatakan, proyek nasional Dirjen Bina Marga di jalan cemara membuat resah warga, karena tidak punya perencanaan.
“Kita kesulitan masuk ke rumah kita, karena jalan diputus tanpa diberi jembatan oleh pemborong proyek untuk drainase. Harusnya dibuat dulu akses jalan warga, sehingga tidak kesulitan masuk ke rumah. Sehingga anak saya sempat tidak sekolah akibat tidak ada jalan untuk keluar dan harus melompat,” ujarnya.
Menurut Ferdinan yang juga Ketua Komite Peduli Keadilan Rakyat Indonesia (KPK-RI)mengatakan, kita minta pemborong proyek Dirjend Bina Marga agar segera membuat akses masuk ke rumah warga, karena dengan diputusnya akses tersebut membuat aktifitas kami terganggu. Belum lagi kendaraan kami tidak bisa masuk, katanya.
Dalam waktu dekat kami akan menggugat proyek tanpa perencanaan tersebut, karena kami merasa terzholimi dan bukan tak tertutup kemungkinan semua warga yang kena pemotongan paret tanpa jembatan akan menggugat, tegasnya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Pengawas kontraktor Dirjen Bina Marga bermarga Sinaga mengatakan, memang akibat proyek ini akses jalan masyarakat jadi putus, namun setahu saya, kami tidak memiliki anggaran untuk membuat akses atau jembatan sementara ke rumah warga. Nantilah coba akan saya tanyakan keatasan, ucapnya. (Ism)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News