Rabu, 20 Mei 2026

Penyediaan Obat Peserta BPJS Tanggungjawab Klinik

Administrator - Kamis, 25 Februari 2016 12:19 WIB
Penyediaan Obat Peserta BPJS Tanggungjawab Klinik

Medan | Sumut24 Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik, Kepatuhan dan Keuangan BPJS Kesehatan Divre I Sumut-Aceh, Ismed mengungkapkan bahwa penyediaan obat bagi peserta BPJS, sepenuhnya menjadi tanggung jawab klinik ataupun puskesmas. Hal itu katanya merupakan bagian dari rangkaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang disediakan.

Baca Juga:

Ismed menjelaskan, apabila stok obat diklinik ataupun puskesmas yang menjadi resep dokter kebetulan sedang kosong. Maka, klinik harus dapat menyediakan obatnya untuk selanjutnya diberikan kepada pasien.

“Sudah jadi tanggung jawab klinik itu. Artinya kalau tidak ada obat, maka klinik lah yang harus mencarikannya, bukannya peserta,” katanya kepada wartawan, Rabu (24/2) di Medan.

Memang sudah menjadi keharusan dari klinik ataupun puskesmas yang bersangkutan. Pasalnya, pelayanan BPJS yang ada sudah menyangkut di dalamnya keberadaan fasilitas obat. “Prinsipnya sudah menjadi tanggung jawab. Tentunya resep obat sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh BPJS,” jelasnya.

Namun tambah Ismed, apabila resep dari klinik dan puskesmas itu justru dibeli oleh pasien ke apotik, maka bukanlah menjadi tanggung jawab BPJS lagi. Selain itu jika obatnya sudah dibeli, BPJS juga tidak akan menanggung untuk menggantinya.

“Jika obatnya juga tidak ada, pasien harus mengkomunikasikan ke kliniknya supaya dapat disediakan. Karena, tidak ada penggantian jika obat dibeli diluar dari klinik,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Ismed klinik harus dapat memenuhi kebutuhan obatnya sendiri. Ismed juga menyebutkan, jika hal tersebut sampai terjadi, agar temuannya dapat dilaporkan kepihaknya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sering, Refrini menuturkan selama ini tidak menjadi masalah atas  penyediaan obat menjadi tanggung jawab puskesmas dan klinik terhadap peserta BPJS Kesehatan. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih bisa menyediakan obat terhadap pasien.

“Kita sudah melakukan perencaan obat setiap tahun. Bahkan dalam persediaan biasa sebulan sekli kita laporkan kepada Dinas Kesehatan Medan. Sejauh ini masih aman-aman saja, kalau pun ada kekurangan hanya bagian item saja itu pun langsung kita laporkan,” pungkasnya.(nis)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Solok, Secara Resmi Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Jefrizal, S.Pt, M. T. Sebagai Sekretariat Daerah Kabupaten
178 Penjahat Ditangkap 21 Terkapar Ditembak
Wali Kota Medan Rico Waas Dukung Turnamen Pingpong Lansia Sambut HLUN 2026
Kasus Video Profil Desa Di Kabupaten Karo Membongkar Tabir Disparitas Hukum, Boin Silalahi & Rekan Ajukan PK Tuntut Keadilan Setara bagi Amry Pelawi
Permohan Izin Tambang Batu Siregar Aek Nalas Segera Diajukan
PLN UID Sumut dan Kejati Sumut Perkuat Kolaborasi Hukum, GCG, dan Layanan Kelistrikan Berintegritas
komentar
beritaTerbaru