Senin, 25 Mei 2026

Masyarakat Harus Cermat, Jangan Salah Pilih

Administrator - Minggu, 24 Juni 2018 15:26 WIB
Masyarakat Harus Cermat, Jangan Salah Pilih

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Pengamat Sosial Politik USU Drs H Wara Sinuhaji MHum mengatakan, masyarakat harus cermat dan jangan salah pilih dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), Rabu 27 Juni 2018 nanti. Kalau salah pilih Sumut akan stagnan dan mundur ke belakang.

 

“Gunakan hak pilih dan jangan golput. Siapa pun yang terpilih itulah Gubernur kita,” kata Wara Sinuhaji menjawab wartawan di Medan, Minggu (24/6).

Soal siapa yang dipilih, kata Wara, terserah nurani masyarakat dan juga kedua pasangan calon sudah memaparkan visi misinya, baik dalam kampanye atau dialog yang disiarkan media cetak dan tulis. Dalam paparannya masing-masing calon Gubsu sudah menjelaskan programnya. Dan dari media massa ,bisa kita baca dan lihat apa program kedua pasangan ini. Tentu masyarakat bisa menilai.

“Saya ini muslim dan Haji, kita bukan memilih pemimpin agama, tetapi kita memilih Gubernur. Dan perlu jadi pelajaran, sepuluh tahun terakhir, dua kali kita memilih Gubernur yang salah kaprah, tertangkap korupsi dan masuk penjara. Karena salah pilih, rakyat Sumut diartikan secara partisifatif menjebloskan Gubernur sendiri ke balik jeruji besi penjara, karena kasus korupsi. Untuk itu pilihlah Gubernur yang baik dan sesuai hati nurani kita, siapa yang bisa membuat Sumut maju dan memperbaiki infrastruktur agar kita tidak stagnan seperti sekarang ini,” kata Wara.

Wara menghimbau agar masyarakat Sumut menggunakan hak pilihnya. Jangan pernah golput, karena kalau golput kita akan rugi. Siapapun nanti yang terpilih itu adalah berdasarkan suara terbanyak.

Terkait dengan adanya isu serangan fajar dengan memberi uang atau pun bentuk barang, kata Wara, itu sudah ada lembaga yang berkompeten mengawasinya. Kita percayakan kepada lembaga yang mengawasi itu, supaya serangan fajar ini tidak terjadi.

Karena dalam dunia politik bisa saja orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan posisi Gubernur itu. Seruan Sholat subuh itu sah-sah saja, kan memang Islam diwajibkan sholat subuh. Namun, dalam memilih ini kita jangan karena kata orang. Kita didik rakyat ini pintar dan tidak dibodoh-bodohi untuk kepentingan politik.

Karena itu kalau ada serangan fajar dalam bentuk uang, kata Wara, ambil saja uang dan sembakonya tapi jangan pilih calonnya. “Jangan karena gara-gara uang Rp100 ribu atau Rp200 ribu, berpindah nurani mu. Artinya supaya orang yang melakukan serangan fajar ini bertobat, jangan sembarangan setiap Pilkada atau pemilihan legislatif melakukan serangan fajar untuk membodoh-bodohi rakyat tersebut. Untuk melawannya, caranya ambil uangnya atau sembakonya atau ambil sarungnya tapi jangan pilih calonnya. Kalau kau pilih orang yang melakukan serangan fajar itu, kau dibodoh-bodohinya,” kata Wara. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Program “IM3 Pasti Simpel” Bikin Pelanggan Sumatra Pulang Bawa Motor Listrik
Dari THM Phantom KTV, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Pemasok Narkoba
ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
komentar
beritaTerbaru