Senin, 23 Februari 2026

JMKT Perlu Perhatian Khusus

Administrator - Minggu, 10 Desember 2017 14:57 WIB

MEDAN | SUMUT24 Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) selaku anak perusahaan PT. Jasa Marga yang setidaknya mengelola jalan tol Kualanamu-Lubuk Pakam-Serdang Bedagai-Tebing Tinggi, perlu mendapat perhatian khusus.

Baca Juga:

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Proletar dalam siaran persnya di Medan, Minggu (10/12).

Menurutnya, tingginya tarif pemakaian jalan tol harus diimbangi dengan kualitas konstruksi jalan tol yang dipergunakan masyarakat luas. Sudah investigasi setidaknya tarif penggunaan jalan tol Lubuk Pakam-Serdang Bedagai sebesar Rp. 29.000,- Serdang Bedagai-Kualanamu sebesar Rp. 41.000,- dan Kualanamu-Lubuk Pakam sebesar Rp. 11.500,- Tarif tersebut secara keseluruhan dikenakan pada para pengguna jalan tol dengan kendaraan mini bus.

Mengingat kondisi ekonomi yang sangat sulit saat ini, menurut Ridwanto Simanjuntak, SIP tarif tersebut sesungguhnya sudah terlalu tinggi, sementara Jumat (8/12) yang lalu LSM Suara Proletar menemukan adanya kerusakan pada ruas jalan tol tersebut dimana kerusakan itu pada hakekatnya dapat membahayakan jiwa manusia selaku pengguna jalan tol.

Pertama, adanya longsoran tanah pada Km. 71.800 jurusan Rampah – ketika diinvestigasi pada Jumat(8/12) yang lalu masih terlihat adanya alat berat dilokasi longsor tersebut. Artinya, longsor yang sudah terjadi sejak lima hari lalu masih belum juga selesai mengalami perbaikan.

Hal tersebut diatas merupakan dampak dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh JMKT pada saat proses pekerjaan jalan dilakukan dimana pondasi tidak dibuat diatas tanah yang keras (tanah yang dipadatkan), pemasangan tiang pengaman jalan tol tidak sesuai dengan Permen PU No. 19/Prt/M/2011. Karenanya diduga kuat tiang post tidak dicor dengan campuran beton yang dipersyaratkan serta kedalaman pondasi yang terlalu dangkal. Akibatnya guadrail sepanjang kurang lebih sepuluh meter ambruk akibat longsor yang terjadi.

Kedua, temuan LSM Suara Proletar pada Km. 43 jurusan Kualanamu-Lubuk Pakam, dimana rigid beton yang sesungguhnya masih dalam tenggang waktu masa pemeliharaan, telah mengalami kerusakan.

Terkait kondisi tersebut diatas di lokasi kejadian pada hari Jumat (8/12) ditemukan badan jalan yang ditutupi dengan plastik biru dan diberi batas agar tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Diduga kuat hal tersebut terjadi akibat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai karena konsolidasi tanah tidak keras atau kurang padat. Pelaksanaan perkerasan badan jalan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam SNI Perkerasan Badan Jalan dimana diduga kuat struktur beton tidak mampu menahan beban lalu lintas sesuai dengan yang direncanakan dengan kata lain mutu beton tidak sesuai.

Dengan demikian monitoring terhadap JMKT perlu ditingkatkan serta hasil pembuatan ruas jalan tol tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) atas audit dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dipergunakan untuk pembuatan jalan tol tersebut karena diduga anggaran yang dialokasikan untuk membuat jalan tol tersebut tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menteri Zulkifli Hasan Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan SPPG Bersertifikasi SLHS Terbanyak
Mengenal Yendra Fahmi: Pemilik Dealer Mercedez Benz Terbesar di Indonesia
Erick Thohir Hadiri Buka Puasa FKPLP, Pererat Solidaritas Warga Lampung di Perantauan
Impor BBM
Gagal Kabur Lewat Atap, Pengedar Sabu 1,18 Gram Ditangkap di Kisaran Timur
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung Balai-Asahan
komentar
beritaTerbaru
Impor BBM

Impor BBM

Impor BBMOleh Dahlan Iskan Senin 23022026 (Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (

News