Senin, 23 Februari 2026

Seniman Sumut Gelar Malam Renungan Teater

Administrator - Selasa, 05 Desember 2017 14:25 WIB
Seniman Sumut Gelar Malam Renungan Teater

Medan|SUMUT24 Teater tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia, seperti teater Makyong, Tembut-tembut, Hoda-hoda, Mangkudai-kudai, dan lainnya.

Baca Juga:

Tahun 1933, teater modern muncul di Sumut. Hingga 1940-an, ada 8 kelompok teater besar di masa itu hingga tak heran Medan ramai dikunjungi rombongan Opera Stambul dari Malaysia. .

Tokoh-tokoh di era tersebut ada Miss Dja, Piedro, Anjas Asmara, Bachtiar Effendy, M. Saleh Umar (Surapati) dan lainnya. Hal itu dikatakan Ketua Malam Renungan Teater yang juga seniman di Teater Rumah Mata, Agus Susilo, Selasa (5/12).

Dijelaskannya, di awal kemerdekaan, pertumbuhan teater di Sumut sangat pesat. Kelompok teater lahir bagai jamur di seluruh Kabupaten/kota. Tak hanya di Medan. Teater bukan hanya sebagai media pertunjukan seni, namun sebagai arena menyampaikan pesan-pesan perjuangan.

“Bahkan sebelum agresi Belanda I atas inisiatif Bachtiar Siagian dan Derita Sp diadakanlah Konferensi Sandiwara se Sumatera Timur di Tebing Tinggi dihadiri 30 kelompok,” ucapnya.

Topik konferensi ini adalah peran sandiwara dalam mempertahankan kemerdekaan. Di masa itu, teater banyak digerakkan oleh orang-orang yang bekerja di dunia jurnalistik. Festival Drama ke-I diadakan pada Januari-Februari 1957 di Gedung Kesenian Jalan Veteran 2 Medan dengan ratusan peserta group teater dari seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Melihat perkembangan teater yang sangat pesat, Kantor Pembinaan Kesenian Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melangsungkan Pekan Diskusi Teater I se-Sumatera Utara pada 18 hingga 30 September 1971 di Gedung Kesenian Jalan Veteran Medan.

Di perhelatan itu ditampilkan juga pertunjukan 5 kelompok teater yang dipandang kuat di era itu; Teater Nasional (Tena), Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Teater PWI, Actor Studio, dan Teater Badan Koordinasi Pekerja Budaya (BKPB) Langkat.

TVRI Medan yang mulai beroperasi pada 1970 memberi warna tersendiri bagi perkembangan teater di Sumut. Kelompok-kelompok teater sering mementaskan karya-karya mereka di studio TVRI. Maka pada tahun 1972 Kepala TVRI Medan berinisiatif mengadakan Festival Seni Drama.

Sumatera Utara II. Di tahun 1970-an, berdasarkan inventarisasi Bidang Kesenian Kanwil Depdikbud Sumatera Utara, ada sekitar 38 kelompok teater yang intens berkreatifitas dalam menghasilkan karya. Belum lagi lahirnya puluhan kelompok teater baru.

Pada masa itu tercatat pula ada 25 penulis naskah drama yang aktif berkarya dan masih banyak lagi seniman yang tidak terkam dalam catatan. Banyak tokoh teater yang lahir di tahun 1930 – 1970 ini, sebut saja Arif (King) Husin Siregar, Ani Idrus, Usman Siregar, Muhammad TWH, Amarullah O. Lubis, Delisma Siregar, Rustam Effensi, Abdul Aziz Harahap, Tim Anwar, Sitor Situmorang, Nuriah D. Sori Siregar, Rusly Mahadi, Burhan Piliang, Mazward Azham, Iskak S, Toguan Harjo, Johan A. Nasution dan masih banyak lagi.

Pada 1 Januari 1982, berdiri Badan Musyawarah Teater Sumut di bawah pimpinan Zulkifli Chan sebagai wadah mengkoordinir seluruh teater di Sumut. Pada 1 Januari 1989 BMKT Sumut berubah menjadi Forum Komunikasi Teater Sumatera Utara diketuai Syaiful Anwar.

Tahun 1991, FKTSU diketuai Amirudin AR dan intens melakukan berbagai kegiatan seperti Dapur Teater, Malam Renungan Teater, Wisata Karya Teater Sumatera Utara, Penerbitan Buletin Teater, dan lain sebagainya. Di era 1990-an ini tercatat ada 108 kelompok teater di Sumut.

“Berangkat dari situlah kemudian, seniman-seniman di Sumatera Utara berkeinginan untuk menyelenggarakan lagi Malam Renungan Teater sebagaimana pernah dilakukan di era 1990-an,” terang Agus.

Dijelaskannya, Malam Renungan Teater (MRT) 2017 bertujuan untuk membangun ruang komunikasi antar kelompok/pelaku teater di Sumatera Utara dan melahirkan kembali Forum Komunikasi Teater Sumut.

Kegiatan ini juga berupaya untuk memberikan edukasi teater ke generasi muda Sumut yang multi etnik dan memberikan pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif dalam kerja-kerja produksi teater. Akan ada diskusi teater, workshop teater, pameran arsip dan dokumentasi teater di Sumut, pertunjukan teater, launching pencetakan buku MRT Sumut.

“Juga ada musyawarah pimpinan kelompok, malam renungan teater, kemah teater dan banyak lagi. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Jumat sampai Minggu dari tanggal 29 sampai 31 Desember di Taman Budaya Sumatera Utara,” Agus menuturkan.(W07)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menteri Zulkifli Hasan Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan SPPG Bersertifikasi SLHS Terbanyak
Mengenal Yendra Fahmi: Pemilik Dealer Mercedez Benz Terbesar di Indonesia
Erick Thohir Hadiri Buka Puasa FKPLP, Pererat Solidaritas Warga Lampung di Perantauan
Impor BBM
Gagal Kabur Lewat Atap, Pengedar Sabu 1,18 Gram Ditangkap di Kisaran Timur
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung Balai-Asahan
komentar
beritaTerbaru
Impor BBM

Impor BBM

Impor BBMOleh Dahlan Iskan Senin 23022026 (Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (

News