Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
kotaMEDAN | SUMUT24 Sungguh tragis apa yang dialami seorang pekerja pertama sebagai security kemudian jadi Office Boy, dialah Rukimin Sutomo penduduk Pasar 3 Tembung, dipecat tanpa pesangon oleh pemilik Akbid Indah jalan Bahagia By Pass.
Baca Juga:
Rukimin Sutomo sudah mengabdi di Akademi Kebidanan selama 14 tahun, dipecat sepihak dan tidak diberi pula pesangon, kata Tomi Topak Sutomo kepada sejumlah Wartawan, Minggu (3/12).
“Orang tua saya sudah bekerja di Akbid Indah selama 14 tahun, tapi tiba-tiba saja dipecat tanpa peringatan ditambah sedikit pun tak ada pesangon yang diberikan. Sangat kejam pemilik Akbid Indah tersebut,” ujar Tomi Topak, anak dari Rukimin Sutomo.
Sudah berulang kali dijumpai pemilik Akbid Indah Aris Hasibuan untuk mempertanyakan hal tersebut, namun sedikitpun tak punya niat berjumpa dan selalu mengelak serta selalu dihalang-halangi oleh security dan orang dekatnya. “Atas kelakuan pemilik Akbid Indah tersebut sampai kapanpun akan saya tagih,” katanya tegas.
Dalam waktu dekat kasus ini akan dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Medan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, agar kasus tersebut dapat diproses dengan baik. Dengan perlakuan tersebut jelas Akbid Indah telah mengkebiri pekerja dengan mengabaikan hak-hak pekerja.
“Kita berharap Pemerintah yakni Dinas Tenaga Kerja Medan segera menindaklanjutinya dengan melakukan pemanggilan kepada Pemilik atau manajemen Akbid Indah Aris Hasibuan tersebut,” ucapnya.
Menurut informasi dari berbagai sumber yang berhasil di himpun wartawan, Akbid Indah yang berlokasi di Jalan Bahagia By Pass diduga telah melanggar UU Tenaga Kerja, tentang Kontrak kerja, pengupahan, dan hak-hak karyawan.
Sepertinya, Akbid Indah tidak memiliki Peraturan Perusahaan, hal ini bertentangan atau melanggar ketentuan Pasal 108 ayat 1, bahwa pengusaha yang mempekerjakan pekerja atau buruh sekurang-kurangnya 10 orang wajib membuat peraturan perusahaan yang mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.
Pelanggaran kedua kemungkinan, Akbid Indah tidak menerapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) kepada para karyawan dan Pekerjanya hanya membayar upah karyawannya sebesar Rp 1.000.000 per bulan. Jauh di bawah UMP Provinsi Sumut 2017. Padahal dalam Pasal 90 ayat 1 mengamanatkan bahwa pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum.
Selain dugaan pelanggaran tersebut, Akbid Indah juga tidak mengikutsertakan karyawannya dalam program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Hal ini melanggar ketentuan Pasal 3 ayat 2 Undang-undang No. 3 tahun 1992 tentang Jamsostek yang menyebutkan bahwa setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja. Sementara itu ketika dikonfirmasi pihak Akbid Indah Medan, menurut security pihak manajemen lagi rapat sehingga tidak bisa diganggu.(W03)
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
kota
sumut24.co MEDAN, Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Reses VI Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraks
kota
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
kota
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
News
sumut24.co Labuhanbatu, Tuti Nofrida Ritonga S,Si,AP, MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri peresmian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Dae
News
MEDAN Sumut24.co Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV d
News
sumut24.co Deliserdang, Sebanyak 1.726 peserta memeriahkan Deliserdang Run 2026 yang digelar di Desa Namo Tualang, Kecamatan BiruBiru, Min
News
sumut24.co Deliserdang, Car Free Night Deliserdang Weekend kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Jalan Diponegoro, Lubuk Pakam, dipenuhi
News
Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026&ndash2031
News