ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Medan|SUMUT24 Pemerintah Kota Medan diminta memperhatikan anggaran Dinas Sosial, permasalahan gejala penyakit sosial masih banyak di Kota Medan. Karenanya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak timpang dalam membagi anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Baca Juga:
“Kita melihat di Dinas Sosial ini banyak program yang perlu perhatian, khusunya terkait program yang bersentuhan dengan gejala penyakit sosial. Kita meminta porsi anggaran untuk Dinsos ini bisa diperhatikan tidak terlihat timpang dengan dinas lain,†kata anggota Banggar DPRD Kota Medan, Muhammad Nasir, kepada wartawan usai rapat pembahasan KUA-PPAS RAPBD 2018, Rabu (29/11).
Saat ini, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, Dinas Sosial memiliki anggaran Rp7 miliar. Nasir menilai, anggaran itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan beban yang diemban Dinsos sebagai dinas yang erat kaitannya dengan program sosial di masyarakat.
“Anggara Rp7 miliar itu menampung seluruhnya. Mulai dari gaji, hingga program lainnya. Harusnya, dinas ini punya porsi anggaran yang lebih, mengingat harus mengurusi program yang langsung menyetuh masyarakat,†katanya.
Menurut Nasir, seharusnya Dinsos memiliki dana besar, karena penanganan penyakit sosial di masyarakat, seperti anak jalanan, pengemis dan program kemiskinan masyarakat itu memang membutuhkan dana dan menjadi prioritas.
“TAPD agar menambah anggaran Dinas Sosial, sehingga nantinya bisa lebih fokus menuntaskan masalah anak jalanan, pengemis dan orang sakit jiwa yang berkeliaran di jalan. Selama ini, keberadan mereka idak mendapat perhatian,†katanya.
Seperti program ketrampilan berusaha keluarga miskin, sebut Nasir, hanya sebesar Rp97 juta untuk 50 orang. “Bayangkan, data orang miskin di Medan menurut data Kemensos ada 20 persen, sementara versi Pemko ada 8 persen. Jika dibandingkan dengan anggaran untuk keluarga miskin itu, rasanya tidak sesuai,†jelasnya.
Disisi lain, Nasir, juga meminta Dinsos agar memperhatikan dan memprioritaskan anggaran untuk veteran. “Ini juga harus menjadi perhatian Pemko Medan. Selama ini ada anggaran 100 juta untuk veteran. Dari data yang diungkap Pemko Medan ada sekitar 60 veteran, padahal jika ditelusuri kemungkinan bisa lebih dari itu. Selama ini ada anggaran untuk veteran hanya untuk bantuan alakadarnya,†ungkapnya.(R02)
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
kota
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
kota
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah AlQur&rsquoan Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Umum
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma&rsquohad Darul Azhar
kota
Festival Rondang Bulan Pecah! Bupati Madina Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis Kompak Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya
kota