ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Medan|SUMUT24 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemko Medan Wiriya Alrahman mengakui rencana pengantifan kembali jalur kereta api Deli Tua dan Pancur Batu, belum dipastikan kapan dimulainya. Saat ini Pemko Medan baru menerima dari Balai Perkereta Api soal rencana pengantifan dua jalur tersebut.
Baca Juga:
“Kalau rencana pengaktifan jalur KA itu sudah lama disampaikan ke Pemko Medan, kami menerima dan Balai Perkereta Apian, kapan jalur itu akan dibangun, kita tidak tahu,” jelas Wiriya Al Rahman kepada wartawan di Ruang Rapat Badan Anggaran, Kamis (16/11).
Mantan Kepala BPPT Kota Medan ini menjelaskan, saat ini Pemko Medan hanya berupaya mempersiapkan diri saja dalam menyikapi rencana itu.”Intinya kita mempersiapkan segala sesuatunya termasuk relokasi warga jiga nantinya jalur itu benar-benar diaktifkan,” ucapnya.
Dalam pembahasan KUAPPAS ini, Pemko Medan dan DPRD Medan membahas soal pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang nantinya akan digunakan warga, kemudian pemko dan DPRD Medan juga membahas soal pengosongan lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kwala Bekala.
“Kita berupaya menyiapkan semuanya, yang akan kita lakukan adalah pengosongan lahan eks TPA Sampah di Kwala Bekala,” jelasnya.
Terkait permasalahan ini, Wiriya meminta informasi terkait pengaktifan jalur KA Deli Tua dan Pancur Batu tidak menjadi kegaduhan.
” Kita harapkan informasi ini bisa sampai dengan benar dan tidak menjadi kegaduhan di masyarakat. Kita sendiri (Pemko Medan-red) tidak tahu kapan jalur itu akan diaktifkan yang jelas Pemko Medan sudah diberitahu rencana jangka panjang bahwa jalur KA Delitua dan Pancurbatu masuk dalam perencanaan,” jelasnya.
PT. KAI Lakukan Pembiaran Sementara itu, Anggota DPRD Medan H.Ilhamsyah, SH mengatakan permasalahan pengaktifan kembali jalur KA jangan sampai membebani keuangan Pemko Medan, karena selama ini permasalahan Pemukiman di atas Rel KA telah terjadi pembiaran oleh PT. KAI.
“Banyaknya Pemukim di jalur Rel ini karena ada pembiaran dari PT.KAI sendiri. Mengapa mereka tidak melindungi asetnya dan dibiarkan dikuasai masyarakat,” jelasnya.
Ilham menilai, permasalahan ini jangan sampai membebani APBD Kota Medan. “Kita meminta permasalahan PT.KAI ini pada akhirnya jangan sampai membebani keuangan Pemko Medan,” jelasnya.(R02)
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
kota
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
kota
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah AlQur&rsquoan Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Umum
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma&rsquohad Darul Azhar
kota
Festival Rondang Bulan Pecah! Bupati Madina Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis Kompak Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya
kota