Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Baca Juga:
Medan I Sumut24.co
Oknum pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) saat proses penerbitan SK pegawai honorer di Kementerian Agama Kota Medan.
Modus yang di lakukan berpariasi, untuk pegawai baru yang belum pernah punya SK sama sekali di kenakan biaya sebesar 300 ribu rupiah, dan untuk pegawai yang memperpanjang SK dikenakan biaya 300 selama 7 bulan.
(F) Seorang pegawai honorer di lingkungan Kemenag Kota Medan yang berprofesi sebagai guru mengaku sangat kecewa, setelah dimintai uang oleh oknum pegawai Kemenag Kota Medan melalui PNS di Madrasah tempat dia mengajar.
“Setelah terima gaji sejumlah 1 juta sesuai dengan yang tertulis di SK, kemudian pimpinan kami di madrasah meminta kami untuk kembali mentransfer uang sejumlah 300 ke nomor rekening bendahara madrasah setiap bulan sampai bulan Juli 2023, menurutnya, itu karena SK kami salah,†terang F pegawai honorer yang tak ingin namanya disebut.
Di tempat lain ketua GP Ansor Kota Medan Muhammad Husain Tanjung sangat menyesal kebiasaan buruk oknum-oknum PNS di Kemenag Kota Medan ini, menurutnya, PNS seperti ini harus segera di pecat dari kementerian agama, APH harus cepat jangan biarkan berlarut-larut.
“Ungkap aliran dana pungli ini, setiap oknum PNS yang mengutip uang pungli ini selalu mengaku perintah pimpinan di Kemenag Medan, untuk itu harus segera diproses secepatnya” kata Husein Tanjung.
Husein menjelaskan, tidak hanya F, pungutan yang sama juga dialami oleh pegawai lain, sebab semua pegawai yang mengabdi di madrasah negeri wajib membuat SK yang di keluarkan oleh Kemenag Medan.
“Yang buat kita lebih kecewa itu mereka pungli gaji guru honorer yang hanya 1 juta/bulan, 1 juta itu dapat apa? kenapa tega uang segitu masi di potong?” sambung Husein dengan nada Geram.
Pungli di lingkungan kementerian agama ini tidak terlepas dari persetujuan pimpinan-pimpinan tinggi di Kementerian Agama oleh karenanya ketua GP Ansor Medan mengatakan, akan membuat laporan resmi yang akan di tujukan kepada APH dan Kementrian Agama RI.
“Kami akan mendampingi para korban pungli kemenag Medan ini dan memfasilitasi mereka untuk membuat laporan resmi baik ke APH maupun Kemenag RI, kami berharap kasus ini terang benderang dan terungkap siapa saja yang menikmati uang pungli honorer tersebut, terkhusus untuk Mentri Agama RI yang juga ketua umum GP Ansor kami sangat berharap oknum pejabat Kemenag seperti ini mendapat perhatian serius, kami mohon agar segera di pecat tum, sebab nama baik instansi kemenag dan organisasi GP Ansor sangat tercoreng dibuatnya” uangkap Husein.
“Perlu saya sampaikan juga kepada bapak menteri agama, bahwa masyarakat yang bermohon perlindungan kepada kami ini bukan tanpa alasan, mereka tau bahwa Mentri Agama adalah ketua umum kami dan mereka yakin kami turut bertanggung jawab dalam menjaga nama baik Mentri dari tindakan-tindakan tidak terpuji seperti ini” tutup Husein.red
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News
sumut24.co MedanPemko Medan memperluas basis penerimaan, meningkatkan kepatuhan, mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat pengawasan dan
kota
sumut24.co MedanSepuluh pelajar Kota Medan bersiap menjalankan misi lebih dari sekadar pertukaran pelajar. Selama enam hari di Ipoh, Malay
kota