MEDAN|SUMUT24
Rumah tahanan Tanjung Gusta melakukan penjagaan ketat, terkait kaburnya 448 napi dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sialang Bungkuk, Kota Pekan Baru.
Baca Juga:
Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan memperketat keamanan dengan menambah jam kerja petugas pengamanan dari staf kantor, mengubah pintu konvensional biasa menjadi sistem putar.
“Tentunya kejadian di Pekan Baru kita antisipasi. Perbaikan sarana dan prasarana pengamanan, terus kita benahi. Selain menambah jam kerja petugas pengamanan dari staf kantor, kita juga mengubah pintu konvensional biasa menjadi pintu putar untuk mempersempit gerakan melalui pintu keluar,” ucap Kepala Pengamanan (KP) Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan Nimrot Sihotang kepada wartawan, Senin (08/05).
Langkah lainnya yang diambil Nimrot adalah menambah jadwal kontrol keliling ke blok hunian dan tembok keliling.
Soal pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli terkait adanya dugaan pemerasan yang terjadi di Rutan Sialang Bungkuk, Nimrot menegaskan dugaan pemerasan atau pungutan liar (pungli) pada Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan selalu mereka antisipasi.
*Langkah Preventif Cegah Over Kapasitas di Rutan
Untuk mencegah banyaknya orang dipenjara akibat berbuat kejahatan sehingga menimbulkan over kapasitas di Rutan, dirinya sendiri mengambil sikap untuk lebih sering
melakukan kegiatan persuasif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga WBP.
Tujuan kegiatan menurut Nimrot agar keluarga WBP ikut serta melakukan peningkatan pembinaan dan pengamanan bagi WBP, dimana peran keluarga sangat penting dalam mendukung pembinaan/pelayanan dan keamanan yang baik dan kondusif di rutan.
Menurut Nimrot, pembahasan mengenai seringnya peristiwa kabur tahanan terjadi di rutan adalah soal akar dari permasalahan, mengapa orang menjadi pelaku kejahatan.
Menurutnya langkah-langkah preventif untuk mencegah orang agar tidak berbuat kejahatan adalah suatu pembahasan yang serius yang perlu diperhatikan oleh seluruh eleman.(C03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News