Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
MEDAN|SUMUT24 Kepala Seksi STNK Direktorat Lalulintas Polda Sumatera Utara, Kompol Ikhwan MS menegaskan, perubahan biaya terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saja. Untuk masalah biaya administrasi, kata dia, tidak ada yang berubah.
Baca Juga:
“Apa yang naik? Itu PNPB. Kalau administrasi enggak ada yang naik. Kami sudah buat pengumuman sebulan yang lalu. Coba baca pengumuman di depan sana,” kata Ikhwan menunjukkan banner kenaikan tarif PNPB di kantor Samsat Medan Utara, Rabu (4/1).
Ia mengatakan, perubahan tarif PNPB itu sesuai keputusan pemerintah. Uangnya pun, kata dia, masuk ke kas negara.
“Intinya kami sudah buat sosialisasi di koran-koran soal perubahan PNPB itu. Administrasi enggak ada yang naik,” ungkap pria berkepala plontos ini.
Terpisah, sejumlah masyarakat yang diwawancarai Tribun merasa keberatan dengan perubahan tarif PNPB tersebut. Masyarakat menganggap, kenaikan tarifnya begitu tinggi.
“Naiknya dua kali lipat. Cukup memberatkan juga sebenarnya sih. Harusnya, pemerintah tidak buru-buru menaikkan tarif ini. Iya kalau pelayanannya makin bagus, kalau enggak, ya sama saja kan,” kata Arif salah satu pemohon pengurusan pajak motor di kantor Samsat Medan Utara.
Masyarakat Mendadak Padati Samsat Medan
Wacana kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari pemerintah membuat sebagian masyarakat panik. Imbasnya, kantor Samsat yang ada di sejumlah daerah dipenuhi masyarakat.
Seperti halnya yang terjadi di kantor Samsat Medan Utara. Sejak pagi, masyarakat tak henti-hentinya datang untuk segera mengurus administrasi yang berkaitan dengan pajak ataupun pembuatan STNK dan BPKB. Sebagian masyarakat yang diwawancarai mengeluh dengan adanya wacana kenaikan tarif tersebut. Sebab, jumlahnya dua kali lipat.
“Saya kebetulan hanya bayar pajak saja. Memang, saya sempat dengar ada kenaikan tarif. Lumayan mahal juga itu. Kalau ditanya, tentu saya tidak sepakat dengan kenaikan tarif ini,” ungkap Arif warga Martubung di kantor Samsat Medan Utara, Rabu (4/1).
Pria yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan, harusnya pemerintah tak buru-buru menaikkan tarif. Sebab, tidak semua masyarakat memiliki penghasilan yang cukup.
“Masyarakat kita ini kan tidak tentu juga penghasilannya. Harusnya diperhatikan juga lah sisi pendapatan masyarakat. Jangan hanya karena alasan ingin meningkatkan pendapatan negara, justru masyarakat yang kena imbasnya,” pungkasnya.(Tnet)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah AlQur&rsquoan Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Umum
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma&rsquohad Darul Azhar
kota
Festival Rondang Bulan Pecah! Bupati Madina Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis Kompak Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya
kota
Polres Tapsel Turun Tangan Pasca Blackout PLN, Warga Diminta Tetap Tenang dan Jangan Sebar Hoaks
kota
Tak Beri Ruang Narkoba! Polres Padangsidimpuan dan Warga Sidangkal Gelar GSN, Bong Dibakar
kota
Blackout Sumbagut, Polres Padangsidimpuan Turun Patroli Tengah Malam Jaga Kondusivitas Kota
kota