Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan|SUMUT24 Anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Goldfried Effendi Lubis meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) dan pihak berwajib memantau proses pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase yang masih berlangsung di Kota Medan.
Baca Juga:
Hal ini disampaikannya menanggapi pelaksanaan proyek pembangunan dan pengorekan saluran drainase yang masih berlangsung jelang akhir tahun 2016.
“Jika masih ada pengerjaan hingga Januari 2017 mendatang, maka itu bermasalah,” katanya kepada wartawan di DPRD Medan, Senin (19/12).
Politisi Gerindra ini menjelaskan, dari sisi penganggaran seluruh pembayaran proyek yang dikerjakan dengan sumber dana dari APBD maupun PAPBD 2016 harus selesai pada tahun yang sama. Kecuali proyek tersebut dikerjakan untuk jenis proyek multi years.
“Tapi masalahnya, proyek pengerjaan drainase tidak pernah multi years,” ujarnya.
Godfried menambahkan, dalam pembahasan PAPBD 2016 lalu pihaknya sudah menyampaikan agar proyek pembangunan dan pengorekan saluran drainase tersebut tidak lagi dianggarkan. Alasanya, waktu pengerjaan yang dinilai tidak lagi mencukupi untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan dan pengorekannya. Akan tetapi pada saat itu, pihak Pemko Medan menurutnya tetap ngotot agar anggaran tersebut disetujui.
“Itu terlalu dipaksakan. Padahal, kalau tidak PL (Penunjukan Langsung) maka proses lelang berapa lama coba?. Dalam kasus seperti ini yang kita khawatirkan, anggaran proyek tetap dicairkan, akan tetapi dananya diblokir dulu. Jadi seolah sudah dibayar meski uangnya belum diterima. Ini yang harus dipantau,” ungkapnya.
Lebih lanjut Godfried mengatakan, jika proyek tersebut memang tidak selesai diakhir 2016, maka anggarannya akan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2016. Persoalannya adalah proyek tersebut sudah dikerjakan meskipun belum selesai. Disinilah menurutnya kongkalikong antara pelaksana proyek dengan Pemko Medan rawan terjadi mengenai pembayaran.
“Apalagi sekarang waktunya semakin mepet, berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Keuangan masa pengajuan berkas pencairan paling lama 22 Desember 2016 meskipun Surat Perinta Membayar (SPM) bisa dilakukan hingga 29 Desember 2016. Sementara kita lihat dilapangan masih banyak proyeknya yang belum selesai. Ini rawan masalah,” demikian Godfried.(R02)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum