Senin, 25 Mei 2026

Camat Percut Sei Tuan, Lurah Tembung Tidak Peduli Warganya Kebanjiran

Administrator - Jumat, 30 September 2016 06:01 WIB
Camat Percut Sei Tuan, Lurah Tembung Tidak Peduli Warganya Kebanjiran

Medan|SUMUT24 Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, kurang peka bahkan tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya di Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung menjadi langganan banjir setiap kali turun hujan deras.

Baca Juga:

Ratusan rumah penduduk Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung dan sekitarnya terendam banjir, Kamis (29/9) malam.

Warga sempat panik saat turun hujan malam itu, air begitu cepat naik dan masuk ke dalam rumah merendam peralatan rumah yang tidak sempat diselamatkan.

Kondisi malam yang dingin, warga memaksa diri menguras air dari dalam rumah dan mengepel lantai, agar tidak menimbulkan bau serta mengundang penyakit.

Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya.

Menurut Suharto (48) warga Pasar V Dusun Salak, daerahnya sudah menjadi langganan banjir bila turun hujan. Karena parit yang ada tidak mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun. Selain mengalami penyempitan dan pendangkalan, parit yang ada banyak tersumbat akibat tumpukan sampah.

“Camat Percut Sei Tuan, Lurah maupun Kepala Lingkungan sama sekali tidak peduli dengan kondisi warga yang menjadi langganan banjir,” ujarnya sambil menimba air dari dalam rumah.

Inisatif atau intruksi untuk membersihkan parit secara gotongroyong, sama sekali tidak dilakukan oleh Camat, Lurah maupun Kepling. Hanya kesadaran warga saja membersihkan lingkungan rumahnya, agar rumahnya tidak tergenang air di musim hujan.

“Mbok rakyat kecil seperti kami ini diperhatikan nasibnya. Coba lihat kalau sudah hujan begini, air masuk ke rumah. Batas parit dan jalan sudah tidak nampak. Inikan bahaya untuk yang jalan,” ujar Mak Ijah (34).

Mereka berharap Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung maupun Kepling dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini dialami. Jangan hanya duduk diam di belakang meja. Akibat banjir, selain merusak peralatan rumah tangga, juga menyebabkan kesehatan dan aktifitas warga terganggu.

Janganlah camat, lurah maupun kepling tidak peduli dengan banjir yang menimpa warganya. Warga mencari nafkah saja sudah susah, kenapa harus menerima musibah banjir ! (R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Kadisdik Aceh Diminta Segera Dicopot
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ ke-XXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah: Al-Qur’an Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma’had Darul Azhar
komentar
beritaTerbaru