Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
Medan|SUMUT24 Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, kurang peka bahkan tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya di Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung menjadi langganan banjir setiap kali turun hujan deras.
Baca Juga:
Ratusan rumah penduduk Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung dan sekitarnya terendam banjir, Kamis (29/9) malam.
Warga sempat panik saat turun hujan malam itu, air begitu cepat naik dan masuk ke dalam rumah merendam peralatan rumah yang tidak sempat diselamatkan.
Kondisi malam yang dingin, warga memaksa diri menguras air dari dalam rumah dan mengepel lantai, agar tidak menimbulkan bau serta mengundang penyakit.
Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya.
Menurut Suharto (48) warga Pasar V Dusun Salak, daerahnya sudah menjadi langganan banjir bila turun hujan. Karena parit yang ada tidak mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun. Selain mengalami penyempitan dan pendangkalan, parit yang ada banyak tersumbat akibat tumpukan sampah.
“Camat Percut Sei Tuan, Lurah maupun Kepala Lingkungan sama sekali tidak peduli dengan kondisi warga yang menjadi langganan banjir,” ujarnya sambil menimba air dari dalam rumah.
Inisatif atau intruksi untuk membersihkan parit secara gotongroyong, sama sekali tidak dilakukan oleh Camat, Lurah maupun Kepling. Hanya kesadaran warga saja membersihkan lingkungan rumahnya, agar rumahnya tidak tergenang air di musim hujan.
“Mbok rakyat kecil seperti kami ini diperhatikan nasibnya. Coba lihat kalau sudah hujan begini, air masuk ke rumah. Batas parit dan jalan sudah tidak nampak. Inikan bahaya untuk yang jalan,” ujar Mak Ijah (34).
Mereka berharap Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung maupun Kepling dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini dialami. Jangan hanya duduk diam di belakang meja. Akibat banjir, selain merusak peralatan rumah tangga, juga menyebabkan kesehatan dan aktifitas warga terganggu.
Janganlah camat, lurah maupun kepling tidak peduli dengan banjir yang menimpa warganya. Warga mencari nafkah saja sudah susah, kenapa harus menerima musibah banjir ! (R02)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah AlQur&rsquoan Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Umum
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma&rsquohad Darul Azhar
kota
Festival Rondang Bulan Pecah! Bupati Madina Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis Kompak Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya
kota
Polres Tapsel Turun Tangan Pasca Blackout PLN, Warga Diminta Tetap Tenang dan Jangan Sebar Hoaks
kota
Tak Beri Ruang Narkoba! Polres Padangsidimpuan dan Warga Sidangkal Gelar GSN, Bong Dibakar
kota
Blackout Sumbagut, Polres Padangsidimpuan Turun Patroli Tengah Malam Jaga Kondusivitas Kota
kota