Senin, 25 Mei 2026

Jurnal Dosen Indonesia Minim Tembus Internasional

Administrator - Kamis, 01 September 2016 07:24 WIB
Jurnal Dosen Indonesia Minim Tembus Internasional

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Atmosfir akademik yang terencana sangat menentukan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa untuk publikasi International. Hal ini sangat diperlukan untuk mendorong kreativitas baik mahasiswa maupun dosen demi meningkatkan wawasan keilmuaan serta memupuk bakat meneliti sejak dini serta membuka wawasan global melalui pencarian referens dari berbagai sumber (Jurnal Internasional).

Ungkapan tersebut disampaikan Rektor Institut Negeri Medan (ITM) Dr Ir Mahrizal Masri MT saat membuka Workshop Pemurnian Penulisan dan Pengiriman Paper ke Jurnal Internasional Terindex oleh Scopus dan Isi Thompson (periode II) di Aula Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, kemarin.

Dia juga menyebutkan disamping itu, kreativitas, gagasan, kemampuan akademik dosen serta membangun atmosfir penelitian di lingkungan institusi sangatlah penting untuk masuk pada taraf internasional.

Di akhir sambutannya dia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dilaksanakan untuk membantu para dosen dalam mempublikasikan karya-karya nasional di jurnal internasional yang terindeks oleh google schoole, scopus dan Isi Thompson (jurnal yang terindeks memiliki nilai yang paling tinggi yang ada di dunia).

Nara sumber seminar Dr Ir Muhammad Irwanto MT mengungkapkan upaya untuk peningkatan penjaminan mutu akademik dan kualitas pembelajaran di Perguruan Tinggi sangat diperlukan. Selain itu juga diperlukan peningkatan atmosfir akademik melalui peningkatan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa untuk publikasi International.

Hal ini sangat diperlukan untuk mendorong kreativitas baik mahasiswa maupun dosen untuk meningkatkan wawasan keilmuaan serta memupuk bakat meneliti sejak dini dan membuka wawasan global melalui pencarian referens dari berbagai sumber (Jurnal Internasional).

Sementara Dr Muhammad Mokhzaini Bin Azizan mengungkapkan jurnal ilmiah merupakan sumber informasi utama yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sayangnya hingga kini di Indonesia belum mampu menghasilkan jurnal international bereputasi yang terindeks oleh Thomson Reuters. Jurnal-jurnal ilmiah yang dikelola oleh perguruan tinggi di Indonesia ternyata masih mengalami kesulitan untuk ditingkatkan menjadi jurnal internasional. Salah satu kendala yang dihadapi terutama di kualitas dan pembiayaan. (R05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Kadisdik Aceh Diminta Segera Dicopot
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ ke-XXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah: Al-Qur’an Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma’had Darul Azhar
komentar
beritaTerbaru