MEDAN | SUMUT24
Sepuluh daerah di Sumut telah menyusun rencana strategi (renstra) program pendidikan unggulan. Program ini siap dimplementasikan dalam durasi lima tahun. Program unggul tersebut diadopsi dari program USAIDÂ PRIORITAS. Program unggulan tersebut di antarnya pembelajaran aktif (active learning), manajemen berbasis sekolah (MBS), penataan kecukupan guru, pengembangan budaya baca, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan pendidikan inklusi.
“USAID PRIORITAS hadir untuk menawarkan program-program unggulan yang juga masuk di Renstra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Harapannya bahwa renstra yang sedang disusun ini menjadi lebih bermutu dengan adanya program-program unggulan dari USAID PRIORITAS yang pada akhirnya bisa membuat wajah pendidikan di semua daerah bisa lebih baik dari 5 tahun sebelumnya,†kata Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan dalam acara Workshop Review Renstra Pendidikan Mitra USAID PRIORITAS dan DBE di Sumatera Utara di Hotel Grand Kanaya Medan, belum lama ini.
Kasubag Program Dinas Pendidikan Tobasa, Romauli Silalahi mengatakan, renstra yang mereka desain akan memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa Tobasa untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Bahkan mereka juga mendesain program bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Kabupaten Tobasa yang dalam renstra sebelumnya sudah memasukkan 4 program unggulan USAID PRIORITAS, melalui workshop ini kami menyepakati memulai pendidikan inklusi dengan melakukan pelatihan khusus bagi guru yang di sekolahnya terdapat anak-anak berkebutuhan khusus,†terangnya lebih lanjut.
Kesepuluh daerah itu adalah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sibolga, Toba Samosir (Tobasa), Humbang Hasundutan (Humbahas), Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Serdang Bedagai (Sergai), Nias Selatan (Nisel), Medan, dan Labuhan Batu. (rel/ R.05)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News