Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
kota
Baca Juga:
Medan I Sumut24.co
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E.,MM melakukan kunjungan ke Kecamatan Belawan tepatnya ke tempat pelelangan ikan Gabion, Selasa (13/4). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat perihal aktifitas pelanggaran penangkapan ikan dengan pukat trawl di perairan Belawan.
Saat tiba di lokasi, Wali Kota Medan didampingi Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ikhsar Risyad Marbun dan Kaban BPBD Arjuna Sembiring langsung menemui masyarakat yang Senin (5/4) kemarin menyampaikan aspirasi ke Kantor Wali Kota. Selain itu Wali Kota juga menemui dan berbincang dengan nelayan agar mengetahui lebih detail permasalahan sehingga dapat diatasi bersama.
Terkait permasalahan pukat Trawl yang masih tetap saja beroperasi, Pak Lian salah satu nelayan tradisonal menyampaikan kepada Bapak Walikota Medan bahwa permasalahan ini bukanlah hal baru tapi sudah sejak bertahun-tahun “pada tahun 2018 pukat Trawl ini sempat berhenti beroperasi hasilnya ikan tangkapan para nelayan tradisonal meningkat akan tetapi setelah pukat Trawl beroperasi kembali hasil tangkapan kami menurun drastis. Untuk membuktikan bahwa pukat itu ada berikan kami waktu pak Boby karena kalo secara terang-terangan begini pak Boby datang, seluruh pukat Trawl itu telah diasingkan/dibawa ke tengah laut,” ungkap Pak Lian.
Usai berbincang dengan masyarakat dan nelayan, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan sesuai janjinya saat masyarakat menyampaikan aspirasi akan meninjau lokasi untuk mengetahui secara langsung aktifitas pelanggaran penangkapan ikan dengan pukat trawl. Menurut Bobby, permasalahan ini telah ditampung Pemko Medan, akan tetapi dijelaskan Bobby, saat ini Pemko Medan tidak memiliki kewenangan untuk menindak pelanggaran tersebut.
“Sesuai janji, saya hadir langsung guna melihat dan mendengarkan permasalahan yang terjadi. Pemko Medan saat ini tidak berwenang dalam melarang dan menindak aktifitas pelanggaran penangkapan ikan dengan pukat trawl. Akan tetapi kedepan kita akan berkordinasi atau melaporkan kepada Kementerian KKP dan Provinsi Sumut sesuai dengan permen KP No. 2/2015 tentang pelarangan pukat Trawl agar permasalahan tersebut dapat teratasi. selain itu nelayan tradisionil juga dapat merasa tenang dan nyaman menangkap ikan di perairan Belawan,” Kata Wali Kota Medan.
Namun demikian menunggu koordinasi untuk menyelesaikan masalah pukat trawl, Wali Kota Medan menawarkan bantuan kepada nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan. Kemudian Bobby meminta Kadis Pertanian dan Perikanan agar apa yang menjadi kebutuhan nelayan tradisional agar dapat ditampung dan diberikan.
“Saat ini yang dapat diberikan Pemko Medan adalah bantuan untuk Nelayan tradisional. Untuk itu saya meminta nelayan tradisional menyampaikan apa yang dapat diberikan untuk meningkatkan pendapatannya. Selain itu saya juga minta Dinas Pertanian dan Perikanan agar menampung kebutuhan nelayan tradisional,” Jelas Bobby.
Sementara itu Kadis Pertanian dan Perikanan Ikhsar Risyad Marbun menjelaskan sesuai arahan Wali Kota Medan pihaknya siap menampung dan memberikan bantuan kepada nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatannya. “Kita dapat memberikan bantuan berupa program-program seperti asuransi untuk nelayan dan pelatihan untuk ibu – ibu nelayan agar dapat meningkatkan perekonomian,” jelas Ikhsar Risyad Marbun.
Astrada mulia Ketua Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (ALAMPETA) menambahkan “kita juga melihat ada beberapa nelayan yang datang kemudian mengatakan tidak ada masalah dengan kapal modern. Dari temuan ini kita menduga dan semakin yakin bahwa ada persoalan yang besar yang harus di buka secara terang benderang. Logikanya di satu sisi nelayan tradisonal merasa keberatan dengan nelayan modern , Disisi yang lain seolah mendukung Inikan pasti ada masalah. Maka dari itu, Kita meminta kepada seluruh Instansi terkait agar segera menyelesaikan seluruh persoalan yang ada ditangah nelayan.” Ungkapnya Beliau juga mengapresiasi kehadiran Wali Kota Medan yang langsung melihat dan mendengar dari nelayan terkait pelanggaran penangkapan ikan dengan pukat trawl. “Atas nama Aliansi mahasiswa pemerhati nelayan tradisional saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah turun langsung mendengarkan keluhan nelayan tradisional. Semoga permasalahan ini dapat diatasi segera,” ujarnya.(red)
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
kota
Polda SumutKejati Sumut Teken MoU, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional Tanpa Praktik Transaksional
kota
sumut24.co ASAHAN, Puluhan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan kembali turun ke jalan, Selasa (28/7/2026).
News
sumut24.co MEDAN, Ketidakpastian ekonomi, meningkatnya biaya kesehatan, perubahan pola kerja, serta bertambahnya tanggung jawab keluarga te
kota
BNNP SUMUT Gagalkan Peredaran Sabu di Kawasan Helvetia Medan 8 Kg Sabu Disita.
kota
Bunda Yin Gerindra Sumut Siap Dukung Tani Merdeka Indonesia Kawal Ketahanan Pangan Prabowo
kota
Kepala KUA Sunggal Serahkan SK Kepengurusan BKM Masjid AlIkhlas Medan KrioMedansumut24.co Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungg
News
Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal &lsquoLondo Ireng&rsquo
kota
MEDAN Sumut24.co Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan persoalan mendas
News
MEDAN Sumut24.co Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara periode 20262031 resmi dilantik di Gedung B
Politik