Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ilmuwan asal Norwegia mengklaim, selangkah lagi mereka akan berhasil memecahkan misteri hilangnya ratusan pesawat terbang dan kapal laut di Segitiga Bermuda.
Baca Juga:
Hal tersebut diungkapkan setelah adanya penemuan serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, di lepas pantai Norwegia.
Meskipun tidak berada dekat dengan Segitiga Bermuda yang membentang dari Florida ke Puerto Rico dan Pulau Atlantik, para ilmuwan berharap, kawah tersebut akan menjadi kunci untuk menjelaskan fenomena membingungkan selama ratusan tahun ini.
Kawah, yang memiliki lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini telah diciptakan oleh ledakan gelembung besar metana di sedimen dasar laut dari lepas pantai Norwegia yang kaya gas.
“Beberapa kawah raksasa ditemukan di dasar Laut Barents dan mungkin disebabkan oleh ledakan besar gas,” kata peneliti dari Arctic Universitas Norwegia.
Para ilmuwan memiliki teori bahwa hal serupa mungkin terjadi di Segitiga Bermuda dan sekarang melihat apakah gelembung-gelembung gas besar meledak, mungkin cukup untuk menenggelamkan kapal.
Rincian lebih lanjut dari penemuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan Geosciences Uni Eropa bulan depan. Di situ, para ahli akan menganalisis apakah gelembung semacam ini bisa menempatkan kapal-kapal dalam bahaya.
Sebelumnya, teori serupa telah dikatakan oleh para ahli pada 2010. Profesor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani David May di Monash University, Melbourne, Australia.
Mereka mengatakan balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar laut yang menyebabkan sebagian besar–tidak semua, kecelakaan misterius di lokasi itu terjadi.
Ilmuwan Rusia pada 2014 juga melontarkan hal yang sama. Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, mengatakan gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit Segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Karenanya, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.
Segitiga Bermuda, yang juga dikenal sebagai Segitiga Setan, dilaporkan telah membuat banyak kapal dan pesawat menghilang secara misterius sejak lama. Perihal kehilangan dilaporkan terjadi sejak 1851. Diperkirakan hingga kini 8.127 orang telah hilang di Segitiga Bermuda. Landasan laut ini memiliki banyak anomali magnetik yang dapat menyesatkan pembacaan kompas. Stok gas metana beku yang masif di dasar laut dangkal tersebut bisa meledak dengan kuat dan semburan gas metananya mampu menenggelamkan kapal besar.
Detail soal temuan ini rencananya akan disampaikan pada pertemuan Peneliti Geo Sains Eropa di Wina, Austria, 17-22 April mendatang. Salah satu topik yang dibahas adalah pengaruh ledakan gas metan terhadap perjalanan kapal. (int)
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis
Ternate Sebanyak 416 tenaga kerja di Maluku Utara telah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV yang dilaksanakan di Bala
Politik