Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Tunis | SUMUT24
Baca Juga:
Sebuah spesies baru buaya penjelajah laut ditemukan di Tunisia di Afrika utara. Mahluk itu hidup sekitar 130 juta tahun yang lalu, pada awal periode yang disebut Cretaceous — masa ketika dinosaurus mendominasi daratan dan reptil raksasa menguasai lautan.
Binatang langka itu diberi nama Machimosaurus rex (M. rex) atau “fighting lizard-king” yang berarti raja kadal tempur.
Panjangnya lebih dari 10 meter sebanding dengan ukuran sebuah bus besar. Tengkoraknya saja memiliki panjang mencapai lebih dari 1,6 meter. Ini merupakan hewan jenis “thalattosuchia” terbesar yang pernah ditemukan.
Nama ini mengacu pada kelompok reptil laut yang sudah punah yang erat berkerabat dengan buaya. Hewan itu akan makan apa saja yang terlihat.
“Tidak diragukan bahwa hewan ini memiliki nafsu makan yang dahsyat. Giginya dirancang untuk menghancurkan benda keras,” kata Fanti seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/1).
“Apa pun berada terlalu dekat dengan rahangnya adalah santapannya — dengan berbagai cara. Mengingat betapa dahsyatnya kekuatan gigitannya, dia tidak pilih-pilih,” imbuh Fanti.
Penyisiran 7 Tahun
Hewan ini dipaparkan oleh Fanti dan rekan dalam jurnal Cretaceous Research. Tim mereka telah menyisir wilayah Tunisia selama 7 tahun.
Fanti terkejut ketika awalnya ia menemukan sejumlah tengkorak kuno, karena mereka biasanya hanya menemukan sisa-sisa tulang atau gigi dalam jumlah tak banyak.
“Kami bisa melihat garis tubuh di atas tanah dan jumlahnya lebih dari satu,” kata Fanti. “Mungkin jumlahnya mencapai 4 spesimen.”
Timnya lalu mengumpulkan dan mempelajari salah satu tengkorak. “Meskipun tulang belulang itu begitu jelas terlihat, tidak ada sebelumnya yang mencari fosil di kawasan itu,” tutur Fanti.
Yang lebih penting lagi, penemuan itu bisa mengubah pemahaman kita tentang transisi antara zaman Jurassic dan Cretaceous. Sebelumnya dianggap bahwa terjadi kepunahan massal selama waktu transisi ini.
“Penemuan ini mengubah anggapan itu,” jelas Fanti.
Anggapan itu muncul karena banyak reptil besar lainnya sudah punah pada akhir Jurassic. dan M. rex tampaknya mampu bertahan selama 20 juta tahun.
“Kami berpikir bahwa kita sekarang tidak lagi melihat suatu kepunahan global tetapi suatu kepunahan lokal dari spesies yang berbeda. Tergantung di dunia mana kita menggali, kita akan menemukan bahwa beberapa spesies selamat (dari kepunahan untuk suatu masa) dan yang lainnya tidak.” (yah)
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik